Minggu , Juni 16 2024
Bunda Lale

Emansipasi Wanita, Kewajiban yang Harus di Tegakkan


“Perempuan – perempuan pada zaman dahulu terbelenggu menjadi budak daripada penjajah, sehingga itulah yang membuat Raden Ajeng Kartini mengajak para perempuan agar dapat terbebas dari perbudakan, ingin ada kesamaan hak antara laki – laki dan perempuan,” jelas Penjabat Ketua TP – PKK Provinsi NTB, Hj. Lale Prayatni Gita Ariadi pada seminar Kartini Day’s yang bertemakan “Emansipasi Wanita Adalah Sebuah Kewajiban Yang Harus di Tegakkan” di Gedung A FKIP Universitas Mataram, Minggu (21/04).

Bunda Lale menjelaskan emansipasi wanita menurut kamus besar bahasa Indonesia, yaitu pembebasan dari perbudakan persamaan hak di berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Emansipasi wanita adalah suatu gerakan yang didalamnya memuat tentang perjuangan seorang perempuan yang ingin memperjuangkan perempuan lain agar mendapatkan haknya.

“Inilah yang dilakukan Rajeng Ajeng Kartini, beliau berjuang agar bagaimana perempuan- perempuan bisa mendapatkan haknya, itulah yang menjadikan kita bisa rasaka, sekolah dan segala macam lainnya,” ungkapnya.

Selain itu, Bunda Lale memaparkan terkait bagaimana menjadi Kartini masa kini, yaitu Pertama, dengan cara berjuang untuk pendidikan.

“Salah satu cara menjadi Kartini Masa Kini adalah dengan berjuang untuk pendidikan, adik – adik dapat mengemban pendidikan sampai perguruan tinggi, berterimakasih kepada kedua orang tua yang telah memberikan pendidikan,” ujarnya.

Kedua, Mandiri dalam kehidupan dan menjadi lebih tangguh dalam berbagai situasi kehidupan.

“Jangan cengeng apabila belum mendapat kiriman dari orang tua dan sebagainya, harus lebih kreatif dan memanfaatkan momentum untuk lebih bisa mandiri,” tuturnya.

Ketiga, Berani membanggakan identitas sebagai wanita dengan cara jangan pernah merasa rendah diri.

” Kita perempuan harus bisa dan kuat,” cetusnya seraya menambah kan bahwa perempuan bisa memikirkan banyak hal dalam satu waktu.

Keempat, harus aktif dalam kegiatan sosial. Kalau ada disekitar rumah atau kos ada gotong royong, kata dia, maka harus ikut serta membantu masyarakat. dan yang Kelima adalah berjuang untuk kesetaraan gender.

“Kesetaraan gender adalah bagaimana antara laki – laki dan perempuan bisa setara dari segi pendidikan, pendapatan ekonomi dapat setara,” ungkap Bunda Lale. Kmf

Check Also

Begini Cara Pj. Sekda Promosikan Pariwisata NTB

PJ Sekda NTB bersyukur atas kehadiran SSDN LXVII, yang memilih Provinsi NTB untuk melaksanakan studi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *