Minggu , Juni 16 2024
Jajanan khas Lendang Ara

Membangun Branding Produk UMKM Desa Lendang Ara

Lendang Ara merupakan salah satu desa wisata  di Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Desa ini memiliki potensi alam yang cukup besar, salah satunya adalah wisata Tandung Andung.  Tandung Andung merupakan hamparan yang berbukit dengan  pemandangan alam  indah dikelilingi hamparan sawah yang hijau.

Namun, potensi alam Desa Lendang Ara belum sepenuhnya dikelola  secara optimal memadukan dengan potensi masyarakat lainnya. Sebutlah dengan keberadaanproduk UMKM. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kurangnya branding produk yang belum dikenal oleh masyarakat luas. Secara umum, produk UMKM  masih terkendala  pendistribusian, packaging dan pemasaran.

Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram, Dr.Halus Mandala, M.Hum, mengatakan desa wisata harus mampu meningkatkan perekonomian melalui keberadaan UMKM. Karena itulah, destinasi wisata harus dikuatkan dan terus dilakukan pendataan kunjungan wisata sebagai bahan evaluasi.

“Tidak akan laku produk jika tidak ada yang berkunjung sehingga penguatan destinasi akan memperkaya. Semua ada kontribusi dari daya tarik wisata,” ujarnya.

Tim KKN STP Mataram, beberapa waktu lalu diutus melakukan program kerja yang berfokus pada pengembangan UMKM di Desa Lendang Ara. Program kerja tersebut meliputi  pelatihan branding produk UMKM,  pelatihan pengemasan produk UMKM dan pelatihan pemasaran produk UMKM melalui media sosial. 

Terdapat beberapa permasalahan yang mengemuka. Kendati memiliki  potensi  produk  UMKM seperti berbagai jajanan tradisiona namun masih belum punya branding yang kuat, memiliki potensi wisata yang cukup besar namun belum menjadi media promosi produk UMKM.

“UMKM di Desa Lendang Ara memiliki potensi untuk berkembang dan meningkatkan pendapatan masyarakat ditengah semangat yang tinggi untuk mengembangkan UMKM,” kata Dian, salah saorang mahasiswa KKN STP Mataram.  Karena itu, program kerja KKN STP Mataram merupakan bentuk kerja sama antara akademisi, UMKM, Perusahaan dan Dinas terkait lainnya dalam upaya pengembangan desa

KKN STP Mataram 2023 lalu di Desa Lendang Ara mengusung tema “Branding Produk UMKM Melalui Digital dan Konten Kreatif” yang tujuan untuk mengembangkan potensi desa dan mencari solusi untuk memecahkan masalah yang ada di desa. 

Dian mengatakan KKN STP Mataram 2023 di Desa Lendang Ara terdiri dari 3 jenis program kerja. Program Kerja Utama berupa pelatihan branding, pengemasan dan pemasaran produk UMKM melalui media sosial. Program Kerja Pendukung yaitu pembuatan video promosi produk UMKM, pembuatan e-commerce untuk produk UMKM dan pendampingan UMKM dalam pemasaran produk. Program Kerja Tambahan berupa kegiatan sosial seperti  pengajian bersama dan senam pagi.

Salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat UMKM adalah dalam  Permintaan Izin Edar Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Proses pengajuan PIRT  menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi UMKM yang baru memulai usahanya.

PIRT adalah sertifikat izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang diberikan oleh Bupati atau Walikota melalui Dinas Kesehatan. Sertifikat ini mengacu bahwa pangan hasil produksi yang dihasilkan telah memenuhi persyaratan dan standar keamanan yang telah ditentukan.

Adapun persyaratan pembuatan PIRT ini adalah setiap pelaku UMKM sudah memiliki sertifikat izin berusaha seperti NIB, NPWP dan label halal. Setelah itu dilakukan pengajuan langsung ke Dinas Kesehatan.

UMKM Desa Lendang Ara  meliputi Kelompok UMKM Jajanan Kering, Kelompok UMKM jajanan basah dan Kelompok UMKM makanan siap saji. Pengelompokkan UMKM dilakukan untuk memudahkan dalam pengajuan PIRT secara kelompok.

Selain permasalahan PIRT, dilakukan Sosialisasi Digital Marketing meliputi cara menggunakan media sosial untuk pemasaran produk.  Dengan digital marketing diharapkan produk UMKM Desa Lendang Ara dapat lebih dikenal dan dipasarkan secara luas. ian

Check Also

Bunda Lale Harap Produk UKM NTB Penuhi Pasar Nasional

Penjabat Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Nusa Tenggara Barat (Dekranasda NTB), Bunda Hj Lale Prayatni, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *