Senin , Juni 17 2024
Salah satu jenis vandalisme yang dipermasalahkan

Ternyata, Hal Ini yang Dikeluhkan Wisatawan di Jalur Pendakian Gunung Rinjani

Selong, Literasi – Aksi vandalisme di jalur pendakian Gunung Rinjani dengan berbagai coretan ternyata dikeluhkan oleh wisatawan. Aksi corat coret itu dilakukan di tempat-tempat eksotis dan fasilitas umum di jalur pendakian.

Akun pegiat wisata alam @indoflashlight di media sosial facebook menulis, saat berkunjung ke Rinjani beberapa bulan lalu melalui jalur Torean, hampir 99% papan informasi, gazebo (berugak) di sepanjang jalur pendakian hingga bebatuan eksotis di Puncak Rinjani sudah tercoret-coret spidol permanen, cat pilok dan alat tulis lainnya. Menurutnya,  hal itu sangat buruk dan terkesan norak dan tidak baik.

“Sampai turis luar komplain dan menyayangkan papan informasi dan bebatuan indah malah dicoret-coret,” tulisnya.

Karena itu, dia mendesak pihak berwenang dalam hal ini Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR)  memberi sanksi tegas bagi yang membawa alat tulis, cat dan sejenisnya. Karena tujuan membawa alat tersebut pastinya untuk coret-coret atau vandalisme.

Aksi vandalisme itu juga dikeluhkan  wisatawan lokal, Suyut Saputra Bakti. Dia menyebut aksi vandalisme hampir terjadi disepanjang jalur pendakian gunung Rinjani, baik itu melalui jalur Pelawangan Sembalun, Torean maupun jalur lainnya.

Menurutnya,  aksi tersebut sangat tidak elok dan etis dilakukan oleh pendaki karena merusak keindahan dan pemandangan. Jika pendaki ingin mengenang moment karena sudah berkunjung ke tempat tersebut bisa menggunakan cara lain salah satunya melaui foto.

“Corat-coret didinding bebatuan seperti batu nisan di kuburan, karena orang kalo tulis nama di batu ya nulis nama orang yang meninggal,”ucapnya.

Suyut menegaskan aksi vandalisme ini terjadi karena tidak ada tindakan tegas dari TNGR, sama seperti persoalan sampah,  sehingga persoalan yang sama terus berulang. Tetapi tegasnya, sekeras apapun usaha TNGR, hingga pemerhati alam dalam menangani kasus vandalisme dan maraknya pendaki buang sampah sembarangan, tidak akan ada pengaruhnya jika mereka yang mendaki gunung tidak teredukasi dengan baik dan tidak memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan.

“Sekarang tergantung kita sendiri, mau menjaga alam atau membiarkannya rusak sedikit demi sedikit,” Tegasnya.

Merespon keluhan keluhan wisatawan, Kepala SPTN Wilayah II TNGR Lombok Timur, Lidia Tesa V.S membenarkan adanya aksi vandalisme yang terjadi di jalur pendakian Gunung Rinjani. Aksi ini sebutnya dilakukan oleh pendaki alai yang baru pertama kali naik hanya untuk mengabadikan diri jika pernah naik ke Rinjani.

Untuk mencegah hal itu, pihaknya akan melakukan skrining saat pendaki atau wisatawan melakukan cek ini naik ke Gunung Rinjani.

“Kita akan melakukan skrining kepada pendaki saat chek ini, chek in kita lebih perketat,  kita tanya apakah membawa alat coret atau tidak, jika membawa akan sita,” Ungkapnya.

Lanjut Tesa, pihaknya tidak melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan pendaki, tetapi akan meningkatkan patroli dijalur pendakian, jika ada ditemukan maka langsung akan diberikan teguran.

“Untuk pembersihan masih belum kuta lakukan, tetapi kita akam tetap tindaklanjuti,”imbuhnya.li

Check Also

Menyambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polres Sumbawa Gelar Bakti Religi Di Masjid

Menyambut hari Bhayangkara ke-78 tahun 2024, Polres Sumbawa menggelar kegiatan Bakti Religi yang berlokasi di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *