Rabu , Februari 21 2024
Salah satu karya Ahmad Junaidi

Dari Pameran Tunggal “TATAP” Ahmad Junaidi di Taman Budaya NTB

Pameran ini merupakan pameran tunggal Ahmad Junaidi, seorang pelukis asal desa Pejaring, Sakra Barat, Lombok Timur. Berisi sekumpulan karya-karya seni lukis yang tercipta selama perjalanan berkesenian yang cukup panjang, mulai dari tahun 1987 hingga sekarang.

Kata “TATAP” sebagai sumber utama dalam menentukan tajuk utama pameran ini berawal ketika pelukis merasakan sebuah pandangan tentang apa yang tertangkap oleh indera penglihatan secara lahir dan batin, serta fenomena-fenomena yang terasa di sepanjang kehidupan sehari-hari. Aktivitas masyarakat, adat istiadat, sawah nan hijau, desir angin di ladang yang kering, debur ombak di laut selatan, hingga legenda putri Nyale menjadi sumber inspirasi Ahmad Junaidi.

Apa yang digoreskan di atas kanvas sebagian besar lahir dari tatapan pergulatan batin pribadi pelukisnya. Pergulatan batin berkaitan erat dengan perkembangan spiritualitas diri, serta dari pikiran-pikiran tentang kebudayaan yang digeluti sejauh ini.

Faktor spiritualitas pada karya-karya yang dihasilkan merupakan bentuk rasa cinta pelukis kepada sang pencipta semesta, salah satu bentuk metafor pada objek visual dalam karyanya berupa ganasnya ombak di laut selatan, kuda yang berlari kencang, alam persawahan yang indah, ladang nan luas mewakili simbol religiusitas.

Faktor kebudayaan berkaitan dengan objek visual seperti, lumbung Lombok, rumah-rumah adat penduduk, penggembala kerbau dan objek lainnya. Dua faktor di atas merupakan komponen utama Ahmad Junaidi dalam proses cipta seni sebagai landasan berkarya.

Konektivitas antara alam, manusia dan budaya yang membentuknya menjadi bagian dari keselarasan menjalani kehidupan yang

harmonis di pulau Lombok menjadi tema utama dalam pameran ini. Pameran ini menampilkan 25 karya lukis yang di klasifikasikan menjadi dua subject maer diantaranya, koleksi lukisan pemandangan Alam dan lukisan tradisi Lombok, yang ditampilkan dalam beberapa parsi yang

teratur dalam ruang pamer. Pada subject maer pertama yaitu tema alam, pelukis mencoba untuk memvisualisasikan pengalaman estetisnya terhadap panorama alam di sekitar dengan gaya naturalisk dengan menggunakan pendekatan realis.

Lukisan pemandangan alam menjadi bagian dari bentuk apresiasi pelukis terhadap keindahan ciptaan Tuhan. Tema budaya dipilih untuk mewakili kecintaannya dengan budaya lokal suku Sasak, terdiri dari beberapa scene kegiatan sehari-hari yang juga merupakan bagian dari kehidupan Ahmad Junaidi sebagai orang Lombok.

Melalui pameran tunggal ini, Ahmad Junaidi ingin berbagi pengalaman estek yang lebih natural, dengan adanya interaksi langsung,

serta tatapan batin yang lebih dalam dari audiens seni  melalui karya-karyanya . Diharapkan melalui karya-karya lukis yang ditampilkan pada pameran dapat memperkuat rasa cinta terhadap budaya

lokal, melestarikan alam yang indah yang kita miliki bersama, serta sebagai inspirasi dan simbol luasnya dinamika yang terus bergulir dalam ranah seni rupa di Nusa Tenggara Barat. Mahzan Syaro’ir

Check Also

Gebyar Hiburan Rakyat Sambut Pemilu Damai

Selong, Literasi-Gebyar Hiburan Rakyat Sambut Pemilu Damai 2024 digelar di Taman Tugu Selong. Acara yang …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: