Rabu , April 17 2024
Gebyar tari tradisional suku Sasak

Gebyar Tari Tradisional Suku Sasak Dayan Gunung

Sehubungan dengan Hari jadi Kabupaten Lombok Utara yang  ke-15 dan menyambut  HUT Republik Indonesia ke-78 di tahun 2023, Rumah Budaya Kembang Rampe SAMIRA bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, menggelar acara Gebyar Tari Tradisional Suku Sasak Dayan Gunung yang dilaksanakan di Lapangan Umum Tioq Tata Tunaq Tanjung, Sabtu (12/8).

Acara Gebyar tari tradisional suku Sasak ini dibuka langsung oleh Bupati Lombok Utara H.Djohan Sjamsu SH, dan dihadiri oleh Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro S.I.K M.Si  dan istrinya serta sejumlah pejabat di lingkup Pemda Kabuparen Lombok Utara antara lain,  Ketua TP-PKK KLU Hj.Galuh Nurdyiah Djohan Sjamsu, Ketua Bhayangkari Cabang Lotara Miranti Didik Putra Kuncoro, GM Bank NTB Syariah Cabang Tanjung Umarta SH, Kepala BKPSDM KLU Tri Dharma Sudiana S.STP,  dan Kepala Desa Bentek.

Beberapa  tari tradisional Kabupaten Lombok Utara  dipentaskan di antaranya   Gendang Bleq, Tari Kembang Sembah, Tari Sireh, Tari Manuk-Manukan, Tari Rudat Setia Budi, Tari Gandrung, Tari Nyoyang, Tari Bala Anjani, Tari Gegerok Tandak, Tari Kembang Rampe, Tari Topeng, Tari Nunas Aek, Tari Sedah Pengaksame, dan Tari Kinanti.

Bupati Djohan menyampaikan apresiasi kepada pemuda KLU yang memiliki  kreativitas dalam melestarikan budaya Lombok Utara.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini yang diselenggarakan oleh kembang Rampe Sammira selain sebagai hiburan  disamping itu menambah pengetahuan tentang budaya dan kesian di KLU,” ucapnya.

Kata Bupati Djohan, budaya Lombok Utara memiliki keunikan tersendiri karena berbenda dengan  daerah-daerah lain yang ada di Pulau Lombok. Salah satu tarian khas KLU yakni tarian Sireh.

“Tarian ini memiliki ciri khas tersendiri, sehingga nanti para sanggar seni bisa mengembangkan dan bisa memodifikasi sehingga bisa dikemas dengan manarik,”tuturnya. “Jadikanlah kegiatan ini untuk untuk membangkitkan kembali budaya Lombok Utara,” katanya.

Sementara itu Ketua Yayasan Kembang Rampe Sammira Sandi Justitia Putra S.I.Kom , MA menuturkan bahwa Gebyar tari Sasak Dayan Gunung Tahun 2023 yang dilaksanakan selama semalam merupakan kerjasama dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek RI.

“Dimana nantinya akan menampilkan belasan kesenian khas Lombok Utara, yang tersebar di lima Kecamatan,” tuturnya.

Sebelum acara tarian dimulai, Bupati didampingi Kapolres Lombok Utara membuka acara yang ditandai dengan pemukulan Gendang Beleq.

Kapolres berharap dengan adanya ajang Gebyar pentas budaya ini merupakan ciri daerah homogen yang bisa mencari  bibit unggul dalam kreasi seni yang bisa membawa nama Lombok Utara, di samping itu Kapolres mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan agar terjalin hubungan  antar agama tetap harmonis dan bisa menjaga kondusifutas wilayah tetap damai dan tenteram.hm

Check Also

Sketsa Tanah Air

Puisi Dienullah Rayes. Pengendali negerimari memungut remah kehidupanyang tercecer sepanjang jalantanah air yang air mata. …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: