Minggu , Juli 3 2022

Seco Coffe Lahir dari Keterdesakan

Irawan Sakti

SELONG, Literasi-Minuman kopi segar dengan teknologi Coffee Press disajikan Irawan Sakti, warga Lingkungan RT1 Seruni Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

Usaha rumahan sejak 2016 itu, kini menjadi usaha bertaraf Internasional di bilangan Komplek PTC Pancor Selong Lotim.

Seco Coffee dikenal sebagai pelopor minuman kopi press di Lotim yang laris manis dikunjungi oleh berbagai kalangan dari lokal, wisatawan nusantara (Wisnu) dan wisatawan mancanegara (Wisman).

Irawan Sakti, owner Seco Coffee, Sabtu (18/06/2022), mengemukakan bisnisnya dimulai dengan latar belakang kepepet.

Kebiasaan minum kopi dan tidak punya aktivitas setelah berhenti dari Bank Mandiri pada tahun 2016 yang tanpa pesangon tersebut (mengundurkan diri setelah 7 tahun kerja), membuat inisiatifnya muncul.

“Saya punya mesin proses pembuatan kopi (Cofe Press) yang saya beli saat masih bekerja di Bank Mandiri (untuk kebutuhan sendiri yang suka ngopi di rumah). Itulah yang saya pakai sebagai usaha rumahan dengan nama Seruni Seco. Ternyata banyak peminatnya meskipun harganya mulai dari Rp. 15.000. Selama 3 tahun terus semakin banyak peminatnya,” tutur Irawan Sakti.

Setelah tiga tahun merintis usaha rumahan Seruni Coffee yang semakin berkembang, dia pun mendirikan Seco Coffee di PTC Pancor Selong.

Usaha Seco Coffee terus berkembang dengan inovasi product segala varian. Kata dia, inovasi produk Seco Coffee tak kurang 100, mulai dari Kopi Americano, Capucino, Java Arabica, Toraja Arabica, hingga Sembalun Arabica.

“Ada 3 jenis produk utama Seco Coffee yaitu Espresso Bassed Hot/Ice, Signature Coffee dan Black Coffee Single Origen. Dari 3 jenis produk ini kita dapat berinovasi dengan ratusan varians sntaranya : Seco Kopi Madu, Kopi Susu Aren, Java Arabica, Toraja Arabica hingga Sembalun Arabica. Semua produk ini dengan harga mulai Rp. 23.000, hingga Rp. 25.000,” lanjut Irawan.

Terkait dengan pengunjung, Irawan menyampaikan bahwa dalam sehari tercatat 100 an orang (hari biasa) dan 2 hingga 3 kali lipat (hari libur), yang berasal dari berbagai komunitas. Tak sekedar untuk menikmati kopi dan makanan, namun juga untuk pertemuan dan lainnya.

“Selain Seco Coffe dipakai untuk acara pertemuan dari kalangan dinas, juga dimanfaatkan oleh para komunitas lainnya seperti para seniman, budayawan, wartawan. Setiap malam minggu dipakai juga oleh komunitas kelompok musik di Selong,” Irawan, sembari menambahkan bahwa waktu buka kerja mulai pagi higga malam. “Kita buka mulai pukul 11.00 Wita (pagi) s/d pukul 23.00 Wita,” imbuh alumni Universitas Pembangunan Negeri (UPN) Yogyakarta, Jurusan Fisipol dengan Program Studi (Prodi) Managemen Bisnis ini.

Untuk pengembangan kedepan, Irawan sudah memiliki strategi berkolaborasi dengan menampung hasil karya seniman pelukis se Lotim.

“Di lantai atas kita ada galeri untuk menampung hasil karya para seniman lukis se Lotim. Saat ini ada sejumlah 50 buah lukisan mulai dari jenis Impressionisme hingga abstrak. Lukisan tersebut dihargakan mulai dari Rp. 3 juta sampai Rp. 10 juta per lukisan,” kata Irawan.kus

.

Check Also

Gubernur MTB Resmikan Kawasan Terpadu Nusantara

Gubernur Zulkieflimansyah. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. menghadiri peresmian pelaksanaan Soft Opening Kawasan …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: