Minggu , Juli 3 2022

Kelepon Kencrut hingga Dulang Penamat Batu Kumbung

KKNT mahasiswa STP Mataram di Batu Kumbung

Mataram, Literasi-Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, kaya potensi budaya. Bahkan kampung di desa tersebut diklaim sebagai kampung budaya. Batu Kumbung pun memetakan aset itu dalam sebuah peta potensi di masing-masing kampung.

Pada Monev KKNT Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Sabtu (18/12), Zaenudin dari Bumdes Batu Kumbung mengemukakan desanya terdiri dari kampung- kampung budaya atau tidak sekadar desa wisata. Sebanyak 8 kampung memiliki potensi yang berbeda seperti wisata tirta, kuliner, budidaya ikan, permandian, dan tradisi adat.

“Markas Pokdarwis di permandian yang sering dibooking,” kata wakil ketua LPM Batu Kumbung ini di hadapan tim monev, dosen dan mahasiswa KKNT. Desa bahkan berani menginvestasikan anggaran hingga Rp 1 miliar di permandian tersebut karena tingginya minat masyarakat berkunjung ke sana.

Selain permandian, banyak benda cagar budaya  yang tersisa sehingga akan dibuatkan museum di desa setempat. Pun kegiatan adat seperti rowah adat dan pujawali  yang akan rutin dilaksanakan setiap bulan Desember. Kapan Pujawali lingsar, kata dia, seminggu kemudian dilakukan rowah adat. Prosesi ini rencananya dikelola melalui suguhan dulang penamat yang menghadirkan masyarakat yang berminat.

Terdapat pula Kampung Mina yang menjual berbagai bibit ikan yang sempat dikunjungi Bupati dari Kalimantan Selatan dengan rombongan bus besar. Sementara ini pihaknya mulai melakukan pengolahan ikan berupa kerupuk kulit lele. Ada pula kampung kesenian presean dan musik tradisional bleganjur. Hal yang unik adaalah air muallaf karena airnya mengalir melintasi pura dan masuk ke masjid.

Kampung Karang Mas memiliki wisata kuliner dengan berbagai varian seperti  kelepon kencrit, jaje tujak hingga sate bulayak. “Saya berani klaim sate bulayak asli berasal dari Batu kumbung,” cetus M.Zaenudin yang menglaim bumbunya lebih enak dibanding di tempat lain.

 Sementara itu di Kampung Orong Dalem akan dibangun kampung holtikultura sehingga pengunjung mengenal bibit tanaman dari kecil sampai tumbuh besar. Pun ada kampung wisata tani dengan malean sapi.

Ketua Tim Monev, Dr.Halus Mandala, mengemukakan  membangun desa wisata adalah menggerakkan ekonomi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mahasiswa yang tengah KKN bertugas memotivasi masyarakat desa. “Caranya membangkitkan potensi di Batu Kumbung untuk mendatangkan kunjungan sehingga peelu identifikasi desa wisata,” ujar Halus.ian

Check Also

Gubernur MTB Resmikan Kawasan Terpadu Nusantara

Gubernur Zulkieflimansyah. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. menghadiri peresmian pelaksanaan Soft Opening Kawasan …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: