Rabu , Januari 19 2022

“Hilal Colection”, Berawal dari Pengalaman H.Hudri

Haji Hudri (Pimpinan Hilal Colection) bersama dua orang peserta kursus di Hilal Colection Bagik Nyaka Santri Kecamatan Aikmel Lombok Timur (Foto : Kusmiardi, Kamis (23/9/2021).

SELONG, Literasi – Seorang penjahit warga Desa Bagik Nyaka Santri, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur (Lotim), berkat pengalamannya sejak tahun 1987, telah mengantarkannya sebagai pemimpin sebuah lembaga pelatihan dan keterampilan yang mencetak para penjahit baru seantero NTB.

H.Hudri yang lahir tahun 1966 itu, mengawali kariernya dari mengikuti kursus menjahit pada tahun 1987, Kegiatan tersebut merupakan program Depag kerjasama dengan BLK Mataram, yang diselenggarakan oleh Ponpes Jamaludin Bagik Nyaka.

Setelah lama melang-lang buana bekerja hingga keluar daerah seperti Bali (dengan bekerja menjahit) maka, pada tahun 2008 dengan bekal pengalaman yang cukup dia kemudian mendirikan sebuah lembaga pelatihan dan keterampilan dengan nama Hilal Colection.

“Kita dirikan LPK (Lembaga Pelatihkan Kerja) kerjasama dengan Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) dan LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan) kerjasama dengan Disdikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) pada tahun 2008 dengan metode PSG (Pendidikan Sistem Ganda). Kedua Lembaga ini kemudian diberi nama Hilal Colection,” kata Haji Hudri, Kamis (23/9/2021).

Haji Hudri mengatakan kegiatan lembaga yang dipimpinnya itu menyentuh kepentingan dengan sasaran kalangan pendidikan dan umum. Peserta yang telah dilatih sampai dengan saat ini masyarakat yang berasal dari daerah di Pulau Lombok dan Sumbawa.

“Beberapa antaranya adalah Siswa : SMK Cendekia, SMK AL-Madani, SMK Maraqit Ta’limat, SMK Yasnuhu, dan SMK NW, sementara dari masyarakat umum berasal dari Desa : Aikmel Barat, Kembang Kerang, Sukamulia, Bagik Nyaka, dari desa di wilayah Lobar, Loteng, hingga wilayah KLU, dan bahkan wilayah di Pulau Sumbawa seperti Bima,” ujarnya.

Semakin meningkatnya peminat dalam dunia busana dan konveksi utamanya di daerah NTB, mengantarkan aktivitas kegiatan di Lembaga Hilal Colection semakin padat sehingga mengharuskan adanya suatu inovasi untuk memberikan pelayanan yang memadai.

“Untuk pelayanan terbaik dan fokusnya kegiatan kita jadwalkan pelaksanaannya di dua tempat yaitu di Hilal Colection dan di lingkungan Sekolah bagi peserta yang berasal dari siswa/pelajar. Sedangkan untuk yang berasal dari masyarakat umum dilaksanakan di Hilal Colection. Itulah sebabnya saat ini kita bangun gedung yang refresentatif dengan kapasitas daya tampung yang memadai,” terang Haji Hudri sembari menambahkan bahwa instrukturnya pun semakin ditingkatkan.

“Kita memiliki Instruktur sebanyak 6 orang termasuk juga sebagai tenaga penjahit untuk memproduksi,” imbuhnya (Kus).

Check Also

TIket Kelas Primere MotoGP Mandalika Rp 15 Juta Ludes Terjual

FOTO. Inilah tiket Premiere Class sebanyak 900 tiket yang habis terjual diborong oleh para penonton …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: