Senin , Oktober 25 2021
Home / Obyek Wisata / Ketika Bupati Lobar Gowes ke Desa Wisata Kebon Ayu

Ketika Bupati Lobar Gowes ke Desa Wisata Kebon Ayu

Pemandangan gowes di Kebon Ayu

Lobar, Literasi-Aksi Bersih-Bersih Sambil Berwisata mingguan Dinas Pariwisata Lombok Barat Jum’at (27/8) agak berbeda Aksi itu dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan gowes Bupati Lombok Barat beserta jajaran menyusuri Desa Wisata Kebon Ayu yang berada di Kecamatan Gerung.

Kehadiran bupati disambut baik Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Saepul Akhkam. Menurutnya kegiatan tersebut menjadi bentuk konkrit dari kolaborasi dan sinergi lintas sektor yang ada di Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terhadap satu lokus destinasi wisata.

“Bahwa untuk membangun kepariwisataan di sebuah destinasi tidak hanya menjadi domain dari Dinas Pariwisata, tapi juga ada keterlibatan banyak pihak.Ada juga teman-teman peneliti dari Badan Keahlian Sekretariat DPR RI, ini tentu menjadi energi bahwa sebuah destinasi bisa tumbuh dan berkembang hanya apabila dia berkolaborasi, bersinergi dengan satu dan lainnya,” katanya.

Dengan banyaknya pihak yang hadir dalam suatu destinasi, ia berharap bisa muncul berbagai macam jenis atraksi wisata. Tidak hanya dari pelaku wisata, namun juga hadir komunitas-komunitas sepeda hingga petani setempat.

“Di desa Kebon Ayu ini menjadi bentuk konkrit bagaimana kolaborasi semua pihak itu terjadi di Pemda Kabupaten Lombok Barat. Lebih bagus lagi ketika ini juga melibatkan banyak pelaku pariwisata. Ada teman-teman HPI terlibat, ada juga dari agent travel ikut terlibat, belum lagi pelaku Pokdarwis yang ada di desa bahkan ada lintas desa,” sebutnya.

Kegiatan gowes yang mengambil rute dari Bencingah Agung menuju Desa Kebon Ayu, dikatakan Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, sebagai tindak lanjut event Pesona Lombok Barat yang digelar Dispar Lobar beberapa waktu lalu mengingat Desa Kebon Ayu menjadi salah satu desa peserta.

Bupati Fauzan Khalid mengapresiasi antusias masyarakat Desa Kebon Ayu yang terus giat membangun citra desa, khususnya dalam bidang kepariwisataan. Dengan potensi yang dimiliki, bupati beranggapan dalam waktu dekat dapat menjadi salah satu destinasi alternatif yang menyedot banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

“Ada tujuh desa kemarin yang diblowup betul sampai ke media nasional, dan salah satunya adalah Kebon Ayu. Dan bisa kita saksikan dengan mata kepala kita sendiri, desa ini sungguh luar biasa,” ungkap bupati.

Pujian juga dilontarkan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Lombok Barat, Agus Gunawan. Menurutnya Desa Kebon Ayu mempunyai potensi yang sangat lengkap dalam segi kepariwisataan.

“Di desa Kebon Ayu ini lengkap, selain alamnya yang masih asri disini juga ada kuliner yang bisa menjadi daya tarik tersendiri,” ucapnya seraya menambahkan, di Desa Kebon Ayu ini juga ada kerajinan tenun yang dari dulu juga sudah menjadi binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, tapi masih jarang yang tahu.

Dengan adanya event-event yang menyentuh desa-desa wisata seperti Kebon Ayu, ia berharap hal itu bisa membantu dalam mengenalkan dan mempromosikan Kebon Ayu kepada masyarakat luas dan para wisatawan.

Di samping memiliki atraksi wisata berupa alam yamg indah, kuliner tardisional yang unik, hingga UKM yang menjanjikan, Desa Kebon Ayu juga sedang berinovasi dalam bidang pertanian. Terlihat dari budidaya golden melon dan buah-buahan lainnya yang sudah berjalan.

Kepala Desa Kebon Ayu, Jumarsa, mengemukakan Pemdes sudah mulai mencoba budidaya Golden Melon dengan hydroponic dan ada juga buah-buahan lain yang diharapkan menjadi motivasi warga, khususnya petani agar bagaimana untuk mengelola sawah dengan hasil yang maksimal.

Ke depan, harapnya, Desa Kebon Ayu akan membangun akses gowes yang tembusnya ke salah satu dusun sentra budidaya jamur tiram. Dengan adanya inovasi ini, Kebun Ayu diharapkan mampu menyentuh pasar wisata yang lebih luas lagi seperti agrowisata.Bersamaan dengan kegiatan bersih-bersih tempat wisata dan gowes menyusuri Desa Kebon Ayu,

Dalam kesempatan itu bupati secara resmi melaunching gerakan SITEBEL. SITEBEL sendiri merupakan akronim dari Silaq Te Belanje lek Warung Kodeq, sebuah gerakan yang mendukung kebangkitan UMKM dan pedagang kecil di sekitar. hm

About literasi

Check Also

Dimusim Pandemi, Sesaot Tetap jadi Magnet bagi Wisatawan

Sesaot Lobar, Literasi-Kabupaten Lombok Barat dikenal memiliki potensi yang cukup lengkap di sektor kepariwisataan. Potensinya …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: