Minggu , Juli 25 2021
Home / Dinamika / Peserta Anugerah Desa Wisata Lampaui Target

Peserta Anugerah Desa Wisata Lampaui Target

MATARAM,Literasi,- Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 merupakan ajang untuk menjadikan desa wisata sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia, berdaya saing serta mampu mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat. Hal ini sekaligus membangun motivasi bagi pengelola desa untuk mengembangkan dan menjadikan desa sebagai penggerak ekonomi dengan mengedepankan kearifan lokal.

“Kegiatan ini juga bisa membangun motivasi bagi pengembangan desa dan menjadi penggerak ekonomi tingkat desa melalui desa wisata, “ ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, saat membuka Bimtek dan Work Shop On Line Anugerah Desa Wisata 17 Juli 2021.

 Menteri Sandiaga mengharapkan kegiatan tersebut dapat mendorong pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di desa wisata mampu lebih berkembang. meningkatkan kapasitas masyarakat dan pengelola desa wisata serta mengembangkan kreativitas dalam menciptakan konten-konten kreatif. Sehingga, dapat meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan , menciptakan lapangan kerja dan mampu memberikan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.


Acara Pembukaan Webinar Bimtek dan work Shop Zona B itu dihadiri, oleh Gubernur NTB, Kadis Pariwisata NTB Yusron Hadi, Kadis Pariwisata Kabupaten Kota di NTB. Hingga pukul 23: 59 WIB tanggal 16 Juli 2021 total pendaftar Anugerah desa wisata adalah 1.831. Anugerah Desa Wisata ( ADWI ) berhadiah miliaran rupiah dengan moto “Desa Wisata Simbol Kebangkitan Ekonomi Nasional”.

Menurut Ketua Panitia Anugerah Desa Wisata Muhammad Fariz,ST, pahwa pendafatar Anugerah Desa Wisata sudah melampuai target dari 1.500 yang direncanakan.

Kabid Promosi Wisata Daerah Dinas Pariwisata Bima, Abdul Haris, S.Sos, ada 20 desa di Kabupaten Bima yang mendaftar Anugerah Desa Wisata. Kata dia, sejak kehadiran Mas Menteri Sandiaga Uno, ada semangat baru yang dimiliki warga masyarakat Bima untuk mengembangkan daerahnya menjadi desa wisata. Oleh karenanya, pihaknya terus melakukan pendamping kepada Kades dan Pokdarwis agar berkolaborasi dan bersinergi membangun tim kerja dalam menjadikan desanya sebagai desa wisata.

“Memajukan desa, atau daerah itu tidak bisa sendiri-sendiri harus bersatu, bersama, bersinergi, tidak boleh egois, wisata itu seni, yang namanya seni itu tidak ego, intinya kebersamaan,” ujarnya. Sri Amanat

About literasi

Check Also

Perhatikan Gizi Keluarga Selama PPKM Darurat

Hj.Niken Saptarini Mataram, Literasi-Menjaga gizi keluarga tetap seimbang selama diterapkannya kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: