Minggu , Juli 25 2021
Home / Seni / Tanpa Suri Tak dapat Menenun

Tanpa Suri Tak dapat Menenun

Kerajinan suri

SELONG, LITERASI -SURI merupakan bagian terpenting yang harus dipastikan ada dalam perangkat peralatan tenun tradisional Lombok. Tak ada SURI, pengrajin tak dapat menenun.

Sentra pembuatan SURI sementara hanya ditemukan di Dusun Bebae, Desa Mamben Lauk, Kecamatran Wanasaba, Lombok Tttimur (Lotim).

Bagi para pengrajin tenun tradisional Sesek Kereng di Pulau Lombok suri sudah tak asing lag. Mereka memesan SURI untuk kelengkapan menyesek kereng.

Beberapa wilayah yang terkenal dengan trenun tradisional Sesek Kereng adalah : Dusun Sade Desa Rambitan dan Desa Sukarara Loteng ; Desa Pringgasela, Desa Kembang Kerang, Desa Lenek, dan Desa Sapit Lotim ; Bayan di KLU. Demikian halnya para pengrajin tenun trradisional di Pulau Sumbawa.

Seorang pengrajin SURI, Hariyadi, S.Pd., Jum’atr (11/06/21), menuturkan sirinya dapat membuat SURI dalam 1 tahun hingga 50 kodi (1 kodi 20 biji), dengan waktu 1,5 hari untuk 1 biji SURI. “Sementara harga kitra rata-ratakan Rp. 65.000,- perbiji,” kata alumni STKIP HAMZAR Lotim ini.

SURI Terbaik.

Bagi Hariyadi, SURI buatannya sebagai yang terbaik bagi para pengrajin, karena kwalitasnya yang mumpuni. Pernah ada yang meniru buatannya, namun gagal karena diketahui tak asli alias bukan buatannya. Karena itu, hasil hasil tenun tradisional Sesek Kereng banyak dilirik oleh para disigner busana ibu kota Metropolitan, di samping disukai oleh para Wisatawan (Wisnu dan Wisman).

“Para pengrajin tenun tradisional memesan kembali SURI rata-rata setelah 6 bulan. Ada juga yang memesan/membeli kembali setelah 1 tahun, namun sangatrlah jarang,” ujar sosok yang mengabdikan diri sebagai guru MI di Yayasan Maraqit Ta’limat (MT) Mamben Lauk ini.

Hariyadi mengapresiasi terkait dengan bahan baku yang dipakai dalam pembuatan SURI seperti bambu, enao dan nipah. Bahan baku tersebut masih tersedia.

Namun demikian, bahan baku itu harus senantiasa dijaga dan dirawat serta sedapat mungkin melakukan pelestarian dan pembudidayaannya, sehingga pemanfaatannyaa” harap Hariyadi (Kus)

About literasi

Check Also

Kelompok Albarzanji, Sejak Muda Bershalawat Keliling Kampung

Kelompok Albarzanji Keliling Kampung SELONG, LITERASI : Mereka adalah siswa MTs, SMA, dan MA yang …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: