Jumat , Februari 26 2021
Home / Dinamika / Soal Ide Menparekraf Kembangkan Sport Tourism,Mori : Ide Tepat Buat Pariwisata NTB Bangkit Pasca Pandemi Covid-19

Soal Ide Menparekraf Kembangkan Sport Tourism,Mori : Ide Tepat Buat Pariwisata NTB Bangkit Pasca Pandemi Covid-19

FOTO. H. Mori Hanafi M. Comm.

MATARAM, Literasi – Gagasan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yang bakal menjadikan Provinsi NTB, khususnya kawasan Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah sebagai lokasi pengembangan sport tourism, dinilai tepat.

Wakil Ketua DPRD NTB H. Mori Hanafi mendukung ide Manparekraf tersebut. Jika merujuk potensi kewilayahan maka seluruh bentang pantai, daratan dan pegunungan di wilayah NTB sangat ideal untuk dijadikan lokasi menghelat ajang sport tourism tersebut.

Khususnya, lanjut dia, ajang Triathlon sangat cocok dilakukan di wilayah Pulau Lombok. “Keunggulan NTB adalah dari sisi keindahan pantainya. Ini juga ditopang adanya udara yang masih segar dan bebas polusi. Jadi, NTB itu sangat cocok dan selaras dengan rencana pak Menteri Pariwasata menghelat sport tourism kedepannya,” kata Mori pada wartawan di ruang kerjanya, Senin (18/1).

Menurut Politisi Gerindra itu, jika harus memilih rute maka ia menyarakan agar ajang Triathlon sangat cocok dilakukan di tiga wilayah. Yakni, Lombok Barat, Kota Mataram dan Lombok Tengah.

Mori menuturkan, untuk kegiatan perlombaan renang dilakukan di Pantai Senggigi, Lombok Barat. Sementara, kegiatan lomba lari dilakukan di jalanan Kota Mataram. Selanjutnya, ajang bersepeda dilakukan di kawasan Mandalika, Lombok Tengah.

“Jadi, pilihan sport tourism di Lombok jauh lebih keren daripada di Provinsi Bali. Ini karena kalau kegiatannya di Bali, tentu akan dilakukan rekayasa lalu lintas. Nah, kalau di Lombok, enggak sampai ada pilihan merekayasa lalu lintas itu,” jelasnya.

Mori meminta pascaadanya sinyal dari pemerintah pusat melalui Kemenparekraf untuk menghelat sport tourism itu, seyogyanya pemprov melalui OPD terkait perlu menindak lanjuti dari sisi anggaran dan biaya promosi yang memadai di APBD.

Sebab, lanjut dia, para peserta sport tourism itu tidak lagi hanya sebatas atlet nasional, namun dari berbagai negara dibelahan dunia. Mengingat, mereka memiliki komunitas tersendiri.

“Kita enggak boleh setengah-setengah. Tapi harus serius menyelenggarakannya. Ingat, sport tourism itu jika jadi diselenggarakan akan bisa mengalahkan agenda rutin tourism kita. Misalnya, event bau nyale juga akan kalah pamornya, karena devisa yang didatangkan ke NTB akan dua kali lipat jumlahnya,” tegas Mori.

Pihaknya berterima kasih dengan ide dari Kemanparekraf itu. Untuk itu, Pemprov harus mulai memikirkan biaya promosi dengan program kerja OPD terkait yang terukur dan harus mengarah ke spot tourism.

Apalagi, ajang ini dapat juga dijadikan upaya membangkitkan pariwisata NTB pascapandemi Covid-19 yang membuat lesunya sektor unggulan tersebut. “Yang kita persiapkan adalah bagaimana membuat promosi yang lebig lagi dan tidak biasa seperti pakert wisata selama ini. Minimal para komunitas Triathlon itu kita undang untuk melihat lokasi-lokasi yang akan kita jadikan lokasi sport tourism kedepannya,” tandas Mori Hanafi. RUL.

About literasi

Check Also

Hari Peduli Sampah Nasional Diwarnai Aksi Bersih-bersih 50 Desa Wisata

Wagub pada aksi bersih bersih 50 desa wisata Mataram, literasi-Sebanyak 50 desa wisata di NTB …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: