Minggu , Januari 24 2021
Home / Obyek Wisata / Taman Narmada, Wisata Sejarah Peninggalan Raja Karangasem

Taman Narmada, Wisata Sejarah Peninggalan Raja Karangasem

Kolan renang di Taman Narmada


Lombok Barat, Literasi-Taman Narmada di Lombok Barat, menjadi salah satu pilihan unggulan bagi masyarakat di Pulau Lombok, mulai dari Lombok Timur hingga Kota Mataram, bahkan wisatawan domestik dan mancanegara sebagai tempat untuk berlibur.

Dihari Sabtu dan Minggu, Taman Narmada menjadi begitu padat dengan kunjungan. Kolam renang dalam areal Taman Narmada menjadi tempat yang paling diminati pengunjung. Minat kunjungan ke Taman Narmada juga didominasi oleh para pelajar yang ingin mengetahui sejarah Taman Narmada yang dibangun oleh Raja Anak Agung Gde Ngurah Karang Asem tahun 1727 Masehi.
Sebagian literatur juga menyebutkan, Taman Narmada dibangun tahun 1805 Masehi.

Taman Narmada merupakan duplikat dari Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak, tempat yang biasa dipakai Sang Raja untuk ritual kurban. Konon, ketika usia raja makin tua, ia tak dapat lagi melakukan ritual di puncak Gunung Rinjani pada ketinggian 3.726 meter dpl, maka ia memerintahkan seluruh arsitek kerajaan untuk memindahkan nuansa Gunung Rinjani ke tengah kota, yang kini bernama Narmada.

Pada masa itu, Taman Narmada merupakan tempat khusus bagi raja untuk untuk memuja Dewa Siwa sekaligus sebagai tempat peristirahatan raja.

Taman Narmada ditata berbentuk gunung. Sumber mata air yang jernih mengaliri tiga kolam di bagian bawah taman ini. Salah satu dari kolam inilah yang merupakan kolam renang alami dan menjadi tempat mandi favorit pengunjung. Di bagian atas taman terdapat sebuah pura bernama Pura Kalasa.

Untuk mencapainya, melewati anak tangga yang sangat banyak. Ketika menuju pura ini, nuansanya seperti tengah mendaki Rinjani.
Inilah salah satu lokasi wisata air yang paling banyak dikunjungi.
Data Dinas Pariwisata Lombok Barat, menyebut pengunjung yang datang ke Taman Narmada terus meningkat.

Wisatawan asing biasanya lebih suka datang untuk mengetahui sejarah Taman Narmada, sedangkan wisatawan lokal menikmati keindahan dan keasriannya. Kebanyakan masyarakat yang berkunjung tidak terlalu tertarik dengan sejarahnya, melainkan menikmati kolam permandian Taman Narmada saja. Pengunjung terbanyak adalah keluarga dan anak-anak.

Kunjungan ke Taman Narmada akan sangat ramai, selain pada hari Sabtu dan Minggu, juga pada hari-hari libur sekolah, hari raya dan libur lainnya. Bulan Maret sampai Mei, biasanya sepi karena banyak anak bersekolah. Demikian juga di bulan puasa, kunjungan turun. Sedangkan pada Bulan Juli sampai Agustus kunjungan akan meningkat karena libur sekolah. Termasuk juga di bulan Desember, di penghujung tahun.

Saat-saat libur seperti ini kunjungan meningkat tajam, 3-4 ribu seminggu. Taman Narmada yang berada di tengah kota ini, lokasinya sangat mudah dijangkau dan relatif berbiaya murah. Sekali masuk, pengunjung hanya mambayar tiket Rp 5.000 untuk dewasa dan Rp2.000 untuk anak-anak. Biaya rekreasi yang sangat terjangkau dan lokasinya di tengah kota ini, membuat Taman Narmada menjadi tempat berwisata yang menyenangkan. Murah meriah dan sangat terjangkau.

“Pengunjung dapat menikmati kenyamanan taman ini dengan leluasa. Hanya ketika akan berenang di kolam renang alami, mesti membayar tiket masuk lagi Rp5.000. Cukup murah,“ kata Dharmasyah salah seorang petugas di Taman Narmada, Minggu (23/11) lalu.

Dikatakan, di lokasi ini juga terdapat taman dan air yang oleh banyak pengunjung disebut sebagai ‘air awet muda’. Inilah salah satu ciri khas Taman Narmada. Para pengunjung biasanya mencuci muka dan minum air ‘awet muda’ ini, yang dipercaya dapat membuat kulit kembali kencang, seolah seperti muda kembali.
Ia menambahkan, di Taman Narmada, pengunjung tidak usah repot membawa makanan dari luar, karena warung-warung tradisional tertata rapi di dalam areal taman. Disana dijual makanan khas Lombok, seperti pelecing dan sate bulayak. (hern)

About literasi

Check Also

Festival Geopark Rinjani, Gubernur : Mari Kita Bersama-sama Merawat Kelestarian Rinjani

Gubernur NTB menerima pengalungan selendang pada Deklarasi Rinjani dan Soft launching jalur pendakian dan jalur …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: