Selasa , Desember 1 2020
Home / Kuliner / Sate Rembiga, Tenar hingga Mancanegara

Sate Rembiga, Tenar hingga Mancanegara

Sate Rembiga


Mataram, Literasi-Sate Rembige di Kota Mataram, merupakan kuliner yang tak asing lagi bagi warga kota yang yang dikenal dengan motonya ‘Maju, Berbudaya dan religius’ ini. Sate Rembige bukan saja dikenal jago kandang, namun ketenaran sate yang dominan berbahan daging sapi ini populernya menasional bahkan mancanegara.

Buktinya sate yang juga diselingi sate ayam, sate pusut, sate hati ini, juga banyak diminati tamu luar daerah dari seluruh Indonesia yang berkunjung ke Lombok. Wisatawan mancanegarapun juga kepincut mencicipi sate yang sudah menggelenda dengan pemilik tunggal Hj Sinnaseh yang dibuka sejak tahun 1988 ini.

Saking melegendanya, dengan rasa yang menggoda selera inilah yang menjadian para tamu yang berkunjung ke Lombok merasa ada sesuatu yang terlupakan sebelum menikmati Sate Rembiga. Selain itu di Kedai Sate Rembiga ini juga tak hanya menyediakan sate saja, namun pilihan menu lainnya yang khas Lombok juga disajikan di tempat ini.

“Ada bumbu Rembiga, bumbu kacang Rembiga, bebalung, pelecing, urap, beberok, pepes, ikan laut, telengis, kepala ikan. Sedangkan minuman khasnya yakni es kelapa muda Lombok, es jeruk, es the, kopi Lombok dan sebagainya dengan berbagai varian,” kata Hj Sinnaseh sang pemilik.

Dalam catatan Hj Sinnasih, dirinya sudah membuat sate rembiga ini lebih dari 20 tahun yang lalu. Hanya saja saat itu, ia bekerja sama dengan orang lain membuka usaha. Karena satu dan lain hal, akhirnya Sinnasih memutuskan hengkang dari kongsi dan mendirikan rumah makan sendiri.

Sebelum memutuskan mendirikan rumah makan sendiri, ia juga sempat berjualan di pinggir jalan. Meski baru sekitar satu tahun di tempat baru, namun omset satenya mencapai jutaan rupiah dalam sehari.

Dalam sehari ia bisa menghabiskan sekitar 150 kilogram hingga 200 kilogram daging sapi. Per tusuk dibandrol Rp2000, sementara untuk sate hati sapi dibanderol Rp5000.

Menurut Sinnaseh, pesanan tidak hanya berbentuk sate namun juga berbentuk bumbu sate rembiga. Namun khusus bumbu, ia hanya melayani pemesanan luar NTB karena ia tidak ingin satenya punya pesaing di NTB. RM

“Hingga saat ini kami telah mempekerjakan 50 orang karyawan. Itupun saya masih turun sendiri ke pasar untuk memilih daging sapi,” kata Sinnaseh. (herm)

About literasi

Check Also

Angkat Kopi Lokal NTB, Tuan Guru Manan Bakal Latih Generasi Muda Mataram “Meracik” Kopi

TGH Abdul Manan tengah meracik kopi dengan sistem V60 (Manual Brewing) di Kedai Mr. Dim-Dim …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: