Jumat , Oktober 30 2020
Home / Kuliner / Dispar Lobar Gelar Pelatihan Pengelolaan Warung Makan

Dispar Lobar Gelar Pelatihan Pengelolaan Warung Makan

Pelatihan Pengelolaan Warung Makan

LOBAR,- Pelatihan Pengelolaan Warung Makan digelar Dinas Pariwisata Lombok Barat di Montana Premier Senggigi, Senin (21/9). Pada hari kedua, Selasa (22/9), para peserta mulai memperaktikan cara menghidangkan makanan yang memenuhi standar higienitas dan sehat dengan tampilan yang menarik.

Chef Made Suyana selaku mentor memberikan beberapa contoh hidangan dari bahan-bahan lokal yang sangat familiar di kalangan peserta, mulai dari  ayam, ikan, udang, sayur-sayuran, dan sebagainya. Praktik ini, kata Chef Made, merupakan tantangan bagi para peserta. Ia pun mengajak para peserta mengolah satu bahan makanan menjadi beberapa varian masakan.

Chef Made sangat berharap setelah mendapatkan pelatihan, para peserta yang rata-rata pengelola warung ini kemudian mampu bersaing secara positif dengan inovasi-inovasi yang dimiliki. Terlebih lagi para peserta memiliki potensi yang sangat besar.

“Kita disini mencoba membuka wawasan para peserta agar tidak itu-itu saja yang dihidangkan. Contoh misalnya, bahan ayam dibakar dengan sambel tertentu, dari ujung ke ujung biasanya itu-itu saja. Nah kita mencoba menggarap dengan bahan lokal yang lain, tapi dikemas sehingga makanan itu lebih menarik dan lebih bersaing,” ungkap Chef Made saat ditemui awak media usai praktik, Selasa (22/9).

Chef yang juga Penasihat Indonesian Chef Association (ICA) Wilayah NTB ini pun memperkenalkan bahwa perkumpulan ICA bukan   berisikan tukang masak saja namun juga sebagai tempat berkumpulnya para pelaku, pecinta, dan lainnya yang berkaitan dengan kuliner. Kehadiran Chef Made sebagai narasumber juga memiliki misi tersendiri, yakni untuk mengangkat kuliner nusantara.

“ICA disini adalah untuk mengangkat kuliner Nusantara, jadi tidak ada yang namanya nanti membedakan suku, karena kami itu adalah Indonesia. Pointnya adalah ICA hadir disini adalah untuk membangkitkan kuliner Nusantara, kadang-kadang ada yang belum muncul itu yang kita munculkan,” terangnya.

Salah satu peserta, Tami, menilai pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat bagi usahanya. Ia mengatakan pelatihan ini sangat positif dan membuka pengetahuan baru di bidang kuliner.

Pengelola Warung Angkringan Baru di Tanjung Bias ini mengaku memperkerjakan beberapa ibu rumah tangga sebagai tukang masak di tempat usahanya. Ia sangat bersemangat untuk segera menerapkan ilmu yang diperolehnya pada pelatihan ini.

“Kita diajari bagaimana cara penyajian, cara mengolah masakan agar kelihatan mewah gitu. Tadi diajarin bagaimana cara motong ikan agar kelihatan fresh. Kalau kita kan motong asal-asalan yang penting enak, ternyata itu ada tekniknya, bukan asal-asal potong,” akunya.

Sementara itu di tempat terpisah, Pelatihan Pengelolaan Akomodasi Berbasis Kelompok yang diadakan di Aruna Senggigi Resort, juga dilakukan pelatihan praktik tata graha atau housekeeping.

Tata Graha merupakan bagian penting dari sebuah penginapan. Dalam tata graha para peserta dibekali bagaimana mengatur atau menata peralatan, menjaga kebersihan dan kenyamanan, memperbaiki kerusakan dan memberi dekorasi dengan tujuan penginapan tersebut tampak rapi, bersih, dan menarik, sehingga pengunjung bisa merasakan kenyamanan saat menempati penginapan tersebut.

“Tadi kita ajarakan peserta cara menta tempat tidur meja dan instalasi, kemudian kamara mandi tetap di cek, dari wastafel, aliran air dan kebersihan lanatai dan masih banyak lagi. Intinya, apa yang ada di room itu harus rapi dan menarik,” ungka narasumber Jun Hariasa.fb

About literasi

Check Also

Ingin Lahirkan Orang-orang Hebat, STP Mataram Hadirkan William Wongso Berbagi Ilmu

MATARAM,Literasi-Ahli kuliner William Wongso berbagi ilmu di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram, Jumat (14/2), dalam …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: