Minggu , November 1 2020
Home / Dinamika / Pendakian Gunung Rinjani Dibuka 22 Agustus

Pendakian Gunung Rinjani Dibuka 22 Agustus

Inilah jalur pendakian ke Gunung Rinjani melalui pintu Timbanuh, di Kabupaten, Lombok Timur

MATARAM, Literasi – Jalur pendakian Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Provinsi NTB bakal dibuka lagi mulai 22 Agustus mendatang.

Direncanakan, pembukaan jalur pendakian gunung api tertinggi ketiga di Indonesia itu akan dilakukan melalui reaktivasi secara seremoni di pintu masuk pendakian jalur Senaru, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Selain itu, pembukaan wisata pendakian itu akan menerapkan protokol kesehatan di era adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal.

“Harapan kita agar upacara pembukaan itu bisa dihadiri Pak gubernur. Sejauh ini kita masih sedang berkoordinasi,” ujar Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu Muhamad Faozal menjawab wartawan, Selasa (18/8).

Menurut Faozal, pembukaan pendakian gunung setinggi 3.762 meter diatas permukaan laut itu, sejatinya melalui proses evaluasi yang panjang selama masa pandemi. Selain itu, wisata pendakian Gunung Rinjani juga sudah mengantongi sertifikat Clean, Health, Safety and Enviroment (CHSE) dari Pemprov NTB.

“Pastinya, sebelum ditetapkannya reaktivasi pendakian ini, kami bersama TNGR telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti BTNGR. Langkah ini diambil terkait kesiapan rekativasi itu sendiri,” kata dia.

Faozal mengungkapkan, dengan dibukanya jalur pendakian Rinjani, maka akan bisa menjadi mesin penentu roda pariwisata NTB. Sebab, dibukanya hal itu, dengan sendirinya menggerakkan destinasi pariwisata yang kian untuk hidup kembali.

“Untuk tahap awal, pendakian difokuskan dengan menyasar wisatawan domestik. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan pula menyasar wisatawan mancanegara,” jelasnya.

“Karena saat ini sudah ada penerbangan lintas negara antara Malaysia dan Indonesia yang langsung ke Lombok,” sambung Faozal.

Sementara itu Kepala BTNGR, Dedy Asriadi mengatakan,pembukaan pendakian ini sudah berdasarkan arahan Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dan hasil koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB.

“Sesuai arahan Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Surat Nomor S.660/KSDAE/PJLHK/KSA.3/7/2020 tanggal 29 Juli 2020 tentang Pembukaan Aktivitas Pendakian dan Peningkatan Kuota Kunjungan Pola Reaktivasi Tahap 1, maka Wisata Pendakian Gunung Rinjani akan mulai dibuka untuk umum pada Sabtu 22 Agustus 2020,” kata Dedy.

Karena masih dalam masa pandemi, imbuh dia, pembukaan pendakian akan menerapkan protokol, syarat, dan ketentuan yang ketat.

Paket pendakian dua hari satu malam Rinjani dengan kuota pendakian 30 persen

Menurut Dedy, Gunung Rinjani merupakan booster ekonomi NTB. Dengan dibukanya pendakian tidak saja menggerakkan ekonomi, tapi juga menggeliatkan sektor pariwisata yang lain.

“Selain membuka pendakian Rinjani, kita juga membuka delapan wisata non pendakian yang telah dibuka sebelumnya,” kata Dedy.

Bersamaan dengan delapan wisata non pendakian itu, ada lima tambahan destinasi non pendakian yang juga dibuka. Kelimanya yakni, Tereng Wilis, Tongkok Adeng, Bukit Gedong, Bukit Malang serta Beleng-beleng. Kelima destinasi non pendakian yang baru ini berada di Lombok Timur.

Khusus, delapan destinasi wisata non pendakian yang lama, kuota kunjungan dari 30 persen ditingkatkan menjadi 50 persen. Sementara untuk lima destinasi baru, kuotanya masih 30 persen.

“Jadi ada 13 destinasi non pendakian yang kita buka sekarang,” ucapnya.

Khusus soal pendakian Gunung Rinjani, Dedi memastikan hanya empat jalur yang boleh dilalui. Keempat jalur itu yakni, Smbalun, Senaru, Timbang dan Aim Berik.

Sementara untuk jalur Torean dipastikan sejauh ini belum bisa dilalui. Jalur pendakian yang satu ini masih ditutup.

Ditutupnya jalur Torean, lanjutnya, mengingat beberapa waktu lalu telah menelan korban jiwa. Jalur ini dinyatakan belum aman dillaui sebagaimana empat jalur lainnya.

“Kerusakan jalur pendakian ini sebenarnya terjadi di semua jalur. Kerusakan disebabkan oleh gempa 2018. Sekarang semuanya sudah diperbaiki, tinggal Torean,” tandasnya. RUL.

About literasi

Check Also

Rakor dan Percepatan DPSP Mandalika Digelar, Gubernur : Kita Semua On The Right Track

Rakor Kerjasama Kementerian/Lembaga/dunia usaha, Pemda dan percepatan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika Lombok Tengah, …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: