Senin , Januari 18 2021
Home / Dinamika / Perlu Tourism Crisis Center Ditengah Pandemi untuk Wujudkan Pariwisata Tangguh

Perlu Tourism Crisis Center Ditengah Pandemi untuk Wujudkan Pariwisata Tangguh

Webinar yang digelar STP Mataram

MATARAM,Literasi-Salah satu cara untuk mewujudkan pariwisata yang tangguh dan berkelanjutan ditengah pandemi Covid 19 adalah dengan membentuk Tourism Crisis Center di NTB yang terdiri dari akedemisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media.

Hal itu mengemuka dalam webinar yang diinisiasi oleh STP Mataram yang bertajuk  “Menejemen Krisis Pariwisata: Peranan Penthelix Pariwisata dalam Menghadapi Krisis Kepariwisataaan” Rabu, 5 Agustus 2020.

Dalam  webinar melalui zoom meeting tersebut, hadir keynote speaker dan presenter masing-masing Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTB, Prof. Noel Scott dari University of Sun Shine Coast Australia, Loezawa Abdul Majid (Anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat), Taufan Rahmadi  (Tourism Creative Strategic Expert – Founder Temannya Wisatawan), Andy Wahyu Widayat  (LED Coordinator KOMPAK NTB), Lalu Dedi Satriawan  (Forum Jurnalis Lombok Timur), dan Supiandi (RIRU – Bank Indonesia di NTB).

Webinar menghasilkan rekomendasi masing-masing dibutuhkannya sinergitas antar lembaga pentahelix pariwisata yang berkelanjutan dalam satu wadah yang kuat; Secepatnya membuat menejemen krisis yang sifatnya operasional di lapangan, tidak hanya sebagai dokumen dan perencanaan saja; serta Penerapan kaidah-kaidah sustainable tourism di era new normal dengan tetap meperhatikan protocol COVID 19.

Pandemi COVID – 19 yang melanda dunia merupakan salah satu krisis dunia pariwisata yang membuat industri pariwisata terpuruk dan sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan berakhir. Oleh karena itu, perlu upaya yang extra ordinary dalam penanganannya.

Dalam webinar internasional yang digelar STP Mataram mengemuka  upaya-upaya yang dilakukan dalam membangkitkan kembali industri pariwisata dalam keadaan pandemi COVID – 19, krisis-krisis di dunia pariwisata lainnya serta langkah-langkah di masa depan untuk mengatasi krisis dalam dunia pariwisata serta mewujudkan pembangunan pariwisata yang tangguh dan berkelanjutan.

Direktur STP Mataram, Dr.Halus Mandala mengemukakan Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram berkomitmen untuk berpartisipasi dan berkontribusi di dalam upaya membangun kembali pariwisata yang terkena dampak COVID-19. Berharap ada  sharing informasi, menghimpun pandangan pakar dan berkolaborasi dari pengalaman berbabagai negara untuk bersama-sama membangun kembali pariwisata yang tangguh saat ini dan di masa yang akan datang menuju pembangunan pariwisata yang tangguh dan berkelanjutan.

“Industri pariwisata berkembang cepat dan memiliki dampak perekonoman secara  lokal maupun global,” katanya. Sekira 98 juta orang berdasarkan data WTTC yang dipekerjakan secara langsung dalam bidang travel dan tourism aau enam kali lebih banyak dari manufaktur. Namun industri ini sangat rentan terhadap goncangan. Selain Covid 19 yang memaksa, juga isu terkait cuaca, tsunami dan lain-lain. Hal ini mewajibkan bahwa harus ada rancangan dalam mengatasi krisis baik bencana alam maupun buatan manusia.

Krisis datang dari berbagai bentuk dan tidak ada dunia yang bebas dari krisis sehingga harus dihadapi bersama.  Perlu percepatan sektor pariwisata melibatkan berbagai pihak seperti akademisi, pebisnis, media, pihak ketiga, pemerintah. Bagi pemerintak diharapkan ada peningkatan kordinasi dan sarana prasrana pariwisata serta mengeluarkan kebijakan dalam penguatan pariwisata. “Membangun pariwisata wajib dipublikasikan media,” ujarnya terkait konsep Penthelix Pariwisata tersebut.

Pemberitaan pembangunan pariwisata akan berdampak bagi masyarakat. Bagaimana peneraan penthelix pariwisata? “Penanggulangan krisis harus bertahap dan bekesinambungan sehingga perlu keterlibatan multipihak dalam penanggulangannya,” kata Halus.

Kegiatan webinar itu sendiri bertujuan untuk menemukan solusi, strategi membangun kembali dan kebijakan strategis menghadapi krisis kepariwisataan sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan pariwisata yang tangguh dan berkelanjutan serta dalam ikut serta mendukung Sustainable Development Goals 2030.ian

About literasi

Check Also

NTB Daerah Wisata, Gubernur Minta Imigrasi dan Lapas Benahi Pelayanan

Gubernur saat menerima Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTB, Haris Sukamto di ruang kerjanya MATARAM, Literasi-Sebagai …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: