Rabu , Desember 2 2020
Home / Dinamika / Sengkarut Lahan MotoGP Mandalika, Begini Kata Gubernur NTB

Sengkarut Lahan MotoGP Mandalika, Begini Kata Gubernur NTB

Mandalika Resort

MATARAM, Literasi – Pernyataan Gubernur NTB tentang kendala pembangunan KEK Mandalika sudah diselesaikan dalam diskusi online bersama Universitas Indonesia mendapat sanggahan dari Direktur Public Institute NTB Ahmad SH. Ahmad mengatakan, seharusnya Gubernur menyampaikan secara lugas, bagian dalam kawasan yang sudah diselesaikan.

“Jangan membuat pernyataan yang seolah-olah semua persoalan sudah beres dan pembangunan itu berjalan dengan baik,” tegas Ahmad dalam siaran tertulisnya, Kamis (21/5). Menurut dia, pernyataan gubernur tersebut berbanding terbalik dengan pemberitaan lain yang menyatakan bahwa masyarakat jika menawarkan harga tanah terlalu tinggi maka akan menimbulkan spekulasi harga dan pemeriksaan menjadi berat.

“Artinya masih ada yang belum diselesaikan pembayaran tanah. Kata appraisal ini sudah sejak bebrapa waktu lalu. Pertanyaannya sekarang berapa harga tanah di selatan (Kawasan), berapa per meter, berapa per are, apakah harga pasar atau NJOP. Jangan dibalik-balik, seolah-olah giliran begini anda suruh masyarakat tertib dan sebagainya,” jelas Ahmad seraya menambahkan persoalan di Selatan Lombok Tengah sebenarnya bukan persoalan pembayaran hari ini saja namun sejarah sengkarutnya sejak orde baru.

“Dan seharusnya keadaan sekarang tidak akan menghambat pembayaran. Pemerintah Pusat terbuka, Gubernur sebelumnya (TGB) sudah merapikan pendataan kepemilikan kawasan. Sehingga harus dikedepankan keadaan obyektif saat ini, bukan subyektif,” ungkap Ahmad menegaskan.

Sementara Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan bahwa tugas menuntaskan polemik lahan yang masih belum clear pada areal MotoGP Mandalika merupakan tanggung jawab Pemkab Lombok Tengah merujuk kesepakatan bersama Pemprov NTB, ITDC dan Pemkab setempat. status lahan yang belum tuntas karena masih dalam proses penanganan.

“Jadi tunggu saja kelanjutannya,” ujar Gubernur menjawab wartawan, Jumat (22/5) seraya menegaskan, pemerintah sudah punya langkah untuk menyelesaikan lahan yang masih belum dibebaskan. Hanya saja, pada beberapa titik lahan, masyarakat justru menjual tanah mereka terlampau tinggi. Padahal, harga diluar kewajaran itu akan memancing spekulasi yang tidak baik serta, jauh diluar apraisal harga di wilayah setempat.

“Saya kira, pemerintah sudah punya cara juga, kalau harga terlampau jauh dari apraisal pasar untuk kepentingan publik, pemerintah akan membayar sesuai dengan harga pasar. Kalaupun enggak bisa juga, maka kita titip lewat pengadilan untuk menyelesaikannya. Pastinya, opsi menyelesaikan masalah lahan kita akan banyak kedepankan melalui toleransi dengan masyarakat,” jelas Gubernur.

Namun ia memastikan, opsi menitip penuntasan lahan MotoGP Mandalika melalui jalur pengadilan tidak akan dilakukan. Menurut Zul, jangan sampai lahan yang belum dibebaskan, yang kurang dari 4 hektare, dapat menghalau rencana pembangunan sirkuit motoGP.

“Enggak banyak yang masih tersisa, kurang dari 4 hektar, kami punya 1.300 hektare, ada masalah 4 hektare, harus ada penyelesaian, jangan sampai gambaran besarnya rusak, hanya karena nilai setitik (lahan sirkuit kurang 4 hektar),” ungkap Gubernur.

Terkait pernyataan Anggota Komisi II DPR RI HM Syamsul Lutfi yang menganggap Pemprov NTB tidak serius menuntaskan sisa pembebasan lahan di sirkuit MotoGP Mandalika pascakunjungannya ke Mandalika beberapa hari lalu, Gubernur Zul menambahkan, dirinya terkejut dengan penyataan Anggota DPR RI asal Dapil Pulau Lombok tersebut.

“Kita terkejut dibilang enggak kerja. Laporan kita ke Pusat melalui pak Luhut terus kita lakukan, yakni kendalanya hanya masalah harga yang belum ketemu dengan masyarakat,” tandas Zulkieflimansyah. Namun ia mengaku senang adanya kritikan dan masukan. Bahkan, jika anggota Komisi II DPR turun ke lapangan. “Tapi kalau nyebut kita enggak bekerja, saya kira enggak fair kayak gitu. Karena semua proses dan tahapan sudah kita lakukan sejauh ini,” sambung Gubernur. RUL.

About literasi

Check Also

LKIR 2020, SMAN Gerung Buat Inovasi Pengelolaan Air Limbah Jadi Air Bersih

Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Tahun 2020 Banyumulek, Literasi – – NTB patut berbangga dengan …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: