Kamis , Februari 25 2021
Home / Seni / Membangun Jiwa Religi Melalui Serakalan

Membangun Jiwa Religi Melalui Serakalan

Serakalan bagi orang Islam di Lombok merupakan tradisi religi yang kuat, terawat dan senantiasa diselenggarakan, sebagai wujud refleksi jiwa masyarakat Suku Bangsa Sasak sejak masuknya agama Islam di Pulau Lombok.  Suasana menjadi tenang dan nyaman seiring dengan terdengarnya suara serakalan dari warga masyarakat pada saat Aqiqah, Maulid Nabi, Isra’ Mikraj, atau kegiatan masyarakat lainnya. Hal ini lazim ditemukan pada lapisan masyarakat Islam di Gumi Selaparang Lombok Patuh Karya.

Nasyid Serakalan diambil dari Kitab Al-Barzanji (yang berisikan puji-pujian kepada  Baginda Nabi Besar Muhammad Rasulullah Saw), sehingga secara Nasional di Indonesia kegiatan ini merupakan bagian dari pembacaan Al-Barzanji. Sebut saja di antaranya juga Shalawat Nabi yang dilantunkan oleh Qori’ Internasional HM.Muammar ZA, Penyanyi Religi Hadad Alwi, Sulis, dan kelompok-kelompok Al- Barzanji lainnya.

Salah satu kelompok Al-Barzanji di Lombok Timur (Lotim) adalah Al-Ijtihadul Muttaqin Desa Apitaik Kecamatan Pringgabaya yang dipimpin oleh HM.Saprirozi, QH. Cinta Rasulullah, terpupuknya nilai-nilai Islami untuk peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt adalah bagian dari ending adanya Serakalan.

“Al-Ijtihadul Muttaqin dibentuk pada tahun 2016 lalu dengan jumlah anggota 20 an orang,” kata HM.Saprirozi., Rabu (15/4/20) lalu. Menurut alumni MDQH (Ma’had Darul Qur’an Wal Hadits) NW Pancor 2008 Lotim ini, Serakalan lewat Kelompok Al- Barzanji merupakan suatu upaya yang sangat baik untuk pelestarian Serakalan itu sendiri  dan pembacaan Al-Barzanji pada umumnya.

Lebih jauh HM. Saprirozi, Al-Ijtihadul Muttaqin yang dipimpinnya kerap kali mendapat undangan dari berbagai kalangan baik dalam kegiatan resmi maupun selamatan atau hajatan masyarakat.  Kata dia, dalam lingkungan masyarakat muslim acara Serakalan sering dilakukan pada acara Aqiqah, Isra’ Mikraj, Hari Besar Islam, ataupun kegiatan religi lainnya, bahkan hingga selamatan rumah baru.

“Kita pernah tampil di Pendopo atas undangan Bupati/Wakil Bupati Lotim, bahkan hingga ke Loteng untuk memenuhi hajat Selamatan Haji,” lanjut Sapri.

HM Saprirozi mengapresiasi, kedepan Serakalan atau Pembacaan Al-Barzanji herus makin dibudayakan. Karena itu, sangat penting adanya upaya pembinaan terhadap generasi muda. “Kita akan kader para remaja dan generasi muda hingga ke tingkat pedesaan untuk mencintai budaya Serakalan. Kami sendiri punya santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dari setingkat MI hingga SMA/MA yang berjumlah tak kurang dari 90 an orang. Di antaranya sudah ada yang nampak gemar bershalawat  yang nantinya bisa sebagai kader pembaca serakalan,” ujarnya.

Terhadap Kelompok Al-Barzanji yang dipimpinnya, HM. Saprirozi menyampaikan adanya ide atau upaya peningkatan kapasitas SDM yang didukung dengan kelengkapan sarana prasarana penunjang. “Disamping itu tidak menutup kemungkinan selain dari Group Al-Barzanji juga Shalawatan yang dilengkapi dengan peralatan seperti halnya Seni Burdah, Hadrah, dan ataupun Marawis,” cetus sosok yang juga salah seorang dari Imam Masjid Jamiq Baiturrahman Apitaik ini (Kus).

About literasi

Check Also

Mariana, Srikandi Bersuara Merdu dari Lotim

Mariana Banyak orang berbakat dan berprestasi di NTB ini, tapi luput dari perhatian publik. Di …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: