Minggu , Oktober 25 2020
Home / Dinamika / Efek Pendemi Covid-19, Trafik Penerbangan di Bandara Lombok Berkurang

Efek Pendemi Covid-19, Trafik Penerbangan di Bandara Lombok Berkurang

MATARAM, Literasi – Penurunan jumlah trafik penerbangan dan jumlah penumpang pesawat membuat Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mengurangi jam operasional dari semula 24 jam menjadi pukul 06.00 Wita hingga 22.00 Wita.

Communication and Legal Manager BIL, Arif Haryanto menjelaskan, penyesuaian jam operasional itu dilakukan sejak 1 April lalu menyusul berkurangnya operasional penerbangan dari sejumlah maskapai.

“Saat ini semua maskapai domestik masih beroperasi, namun dengan mengurangi frekwensi. Kecuali AirAsia yang memang sedang menghentikan layanannya sampai 21 april 2020 mendatang. Ini membuat kami juga mengurangi jam operasional,” ujar Arif melalui keterangan tertulisnya, Rabu (15/4) petang.

Sementara untuk penerbangan internasional, sejak 21 Maret lalu, AirAsia rute Kualalumpur dan Perth, serta Silk Air rute Singapura sudah tidak beroperasi lagi.

Berdasarkan data 2019, dalam kondisi normal jumlah penerbangan di BIL bisa mencapai rata-rata 80-90 penerbangan per hari dengan jumlah penumpang rata-rata mencapai 8.500 per hari. Namun sejak awal April 2020 jumlah tersebut menurun drastis menjadi rata-rata 20-25 penerbangan per hari dengan jumlah penumpang rata-rata 1.200-1.500 orang per hari.

“Dalam kondisi normal rata-rata penumpang 8.500 perhari, dan kondisi saat ini hanya berkisar 1.500 perhari,” katanya seraya menambahkan trafik penerbangan di BIZAM pada Januari hingga Februari 2020 sebenarnya mengalami peningkatan dibanding periode yang sama di tahun 2019. Namun, trafik mengalami perlambatan bahkan penurunan dibandingkan tahun lalu sejak pemerintah mulai menetapkan status darurat corona dan melakukan pembatasan aktivitas masyarakat dengan kebijakan work from home (WFH) serta stay at home.

Trend penurunan trafik penerbangan dan jumlah penumpang di BIL mulai terjadi sejak pertengahan Maret lalu.

“Memang trend penurunan sejak pertengahan Maret, dan April semakin menurun. Tapi di sisi lain, ini bisa diartikan bahwa masyarakat kita sudah benar-benar melaksanakan imbauan pemerintah agar mengurangi aktivitas bepergian, untuk mencegah penyebaran Covid-19,” kata Arif.

Arif menambahkan, melihat trend yang terus menurun sepanjang April hingga tanggal 15  ini, maka terhitung 18 April sampai 17 Mei 2020 mendatang, operasional BIL juga akan dikurangi lagi menjadi 15 jam, dari pukul 06.00 Wita sampai 21.00 Wita.

“Penurunan ini juga pasti terjadi di semua bandara karena memang kita semua sedang menghadapi pandemi Covid-19. Tapi semoga semua kondisi segera membaik dan semua kegiatan bisa berangsur normal kembali,” ucapnya.

Selama pandemi Covid-19 berlangsung, manajemen BIL bersama KKP dan stakeholders terkait juga sudah melakukan protokol kesehatan di masa pandemi. Antara lain dengan pemasangan alat deteksi suhu tubuh, dan juga posko kesehatan terpadu. RUL.

About literasi

Check Also

Rakor dan Percepatan DPSP Mandalika Digelar, Gubernur : Kita Semua On The Right Track

Rakor Kerjasama Kementerian/Lembaga/dunia usaha, Pemda dan percepatan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika Lombok Tengah, …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: