Minggu , November 1 2020
Home / Oleh Oleh / Kripik Singkong, Home Industry Andalan Desa Sukamulia Timur

Kripik Singkong, Home Industry Andalan Desa Sukamulia Timur

Makanan ringan yang berbahan baku dari ubi kayu ini telah digiatkan oleh banyak warga masyarakat di Desa Sukamulia Timur, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur (Lotim). Sebagai sentra produk kripi ini adalah di Dusun Dasan Tiga.

Ubi Kayu sebagai bahan baku jajanan ini memang banyak tersedia di Desa Sukamulia Timur. Beberapa varietas ubi kayu dapat ditemukan di sini, selain di sawah juga di kebun atau tegal (rau : Sasak). Hal ini diakui oleh Kadus Dusun Dasan Tiga, Sriawan.

Selain dari Desa setempat, ubi kayu juga didapat dari Desa Ijo Balit dan Desa Dasan Gres. Ubi Kayu diproses melalui beberapa tahapan seperti penyortiran (pemilihan), pengulitan/pengupasan, pencucian, pemotongan/diris tipis,  perendaman selama 2 malam, pencucian bersih kembali, pemberian bumbu, pengukusan dan dijemur.

“Setelah digoreng baru kemudian dikemas, Pak,” tutur Hasiah,  salah seorang karyawan UD Mulia Sari,  usaha rumahan  dengan merek Pena Mas (pembuatan Krepek Singkong).  Dia mengakui, dalam sehari  bersama kawannya dapat mengerjakan 6 karung Ubi Kayu hingga siap perendaman.

Sementara itu, Ratnawati, pemilik UD Mulia Sari, menjelaskan usahanya masih perlu dipacu lagi karena terkait dengan harga bahan baku yang meningkat.

Harga ubi kayu misalnya sekira Rp 90 ribu/karung. Namun demikian, usahanya tetap eksis. Dalam sehari, dapat menyiapkan 12 karung kripik singkong yang siap dipasarkan.

Pemasaran dan Omzet

   Pemasaran kripik ubi kayu/singkong produk Ratnawati dengan merek Pena Mas ini ke beberapa tempat seperti rumah sakit, puskesmas juga ke luar desa dan beberapa kabupaten lain.

“Para pedagang datang sendiri ke sini, kemudian dia yang memasarkan kembali ke beberapa tempat seperti pasar Masbagik, Aikmel, Pringgabaya, Sambelia dan bahkan kita melayani untuk konsumen hingga ke Bayan Lombok Utara,” ungkap Ratnawati.

Harga kripik singkong Pena Mas Sukamulia Timur ada 2 kemasan berbeda ukuran yaitu kemasan dengan harga 5000 rupiah dan kemasan seharga 1000 rupiah. Saat ini dapat juga didapatkan di kios, supermarket dan toko kuliner lainnya.

Dalam sehari  usahanya dapat memproduksi hingga 6 karung yang terpecah menjadi 38-40 pak dengan isi 1 pak 16 bungkus. “Tergantung ya, kalau dirata-ratakan  dari 1,5 hingga 2 juta rupiah.  Dulu kita dapat omzet 8 juta hingga 10 juta rupiah, Pak,” tutur sosok yang telah berhasil menyekolahkan anaknya hingga hidup mandiri. “Alhamdulillah 3 orang anak saya sudah mandiri semua, yang terakhir  alumni sekolah kesehatan dan saat ini tahun ketiga bertugas di sebuah Puskesmas,” imbuhnya.

Dari usaha kripk singkong merk Pena Mas ini, Ratnawati kini mempekerjakan belasan orang.

“Saya dibantu juga oleh kakak, alhamdulillah dari usaha ini saya dapat mengkaryakan sejumlah 8 orang. Terkadang bisa lebih dari itu ketika omzet sedang banyak. Apalagi ditambah dengan tenaga kerja yang ditangani oleh kakak bisa mencapai 15 orang,” ujarnya seraya menambhakan usahanya saat ini bisa berkembang dan dapat menyerap tenaga kerja dari masyarakat setempat. (Kus).

About literasi

Check Also

Madu Trigona, Bisnis Baru yang Menggiurkan

Madu Trigona/KPH Rinjani Barat Ada berbagai jenis madu yang belakangan mengemuka sebagai lahan bisnis. Selain …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: