Sabtu , September 19 2020
Home / World / Sports / Tambora Challenge 320 Km, Mewujudkan “yang Tidak Mungkin Menjadi Mungkin”.

Tambora Challenge 320 Km, Mewujudkan “yang Tidak Mungkin Menjadi Mungkin”.

SUMBAWA,Literasi-Harian Kompas bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun ini kembali menggelar “Kompas Tambora Challenge 320K -2020. Kompetisi lari ultra sepanjang 320 kilometer tersebut, akan digelar pada tangal 25 -27 Juli 2020,  mengambil start di Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat dan finish di Doro Ncanga Kabupaten Dompu, yang merupakan hamparan padang savana di Kaki Gunung Tambora.

“Ini merupakan tahun ke 6, kami Harian Kompas menggelar lomba lari yang paling ekstrim di dunia.  Ultra marathon lintas Sumbawa ini, merupakan karya nyata untuk membuktikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin,” ungkap Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas yang juga penggagasbLari ultra Kompas Tambora Challenge sepanjang 320 kilometer, Budiman Tanurejo saat menjadi moderator pada press conference sekaligus launching dimulainya  Kompas Tambora Challenge 320K-2020 oleh Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah bersama Pemimpin Umum dan seluruh  Jajaran Harian Kompas di PapaRonz’s Pitza Cape TVRI di Senayan Jakarta, Jumat sore (21/2-2020).

Tanurejo menegaskan lomba lari ultra tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Perbedaannya, kata Tanurejo, selain pada penyelenggaraannya yang diharapkan lebih baik dan sukses, juga  hadiah dan gaungnya lebih mendunia serta melibatkan pelari dari mancanegara.

Untuk itu, ia meminta dukungan dari semua pihak.  Dukungan pertama diharapkannya adalah tersedianya akses internet yang memadai. Karena dengan tersedianya internet maka masyarakat dari berbagai belahan dunia dapat mengikuti ultra marathon Tambora Challenge 320 K secara live. Juga untuk kemudahan komunikasi dan live tracking.

Ditahun lalu lomba lari yang sangat ekstrim ini, ungkap Tanurejo mencatat  follower lebih dari 230 ribu. Dan jika ditambah dari follower dari masing-masing pelari yang memiliki ribuan follower, maka jumlahnya bisa mencapai jutaan orang. Sehingga Tambora dan NTB dengan segala keindahannya, akan dikenal dunia.

Terlebih Harian Kompas tidak hanya memberitakan event lomba lari ultra marathon saja. Tetapi juga mengangkat berbagai sisi terkait dengan potensi dan segala keunggulannya. Termasuk mengenalkan pernak pernik budaya, industri kerajinan, pertanian dan potensi lainnya dengan segala keunggulan serta pesonanya.

Gubernur NTB yang lebih akrab disapa Doktor Zul menyebut Kompas Tambora Challenge 320 K -2020 sebagai kegiatan yang hebat luar bisa. “Ini tidak saja memberi inspirasi bagi NTB, tetapi juga dunia,” ujarnya.

Zul menegaskan keberhasilan menggelar lomva lari ekstrim di NTB telah menghadirkan optimisme bagi siapa saja. Tidak hanya  optimisme bagi masyarakat NTB untuk bangkit dan melangkah jauh mencapai kemajuan besar setelah sempat terpuruk digoyang Gempa hebat di tahun 2018 lalu. Tetapi juga optimisme bagi kemajuan indonesia, tegasnya.

Menurut Gubernur Zul ,untuk bisa menahlukkan lari maraton 320 K, tidak cukup hanya dengan modal semangat saja. Namun juga strategi. “Jangankan untuk lari hingga ke ujung finish, memikirkannya saja sudah cukup berat. Apalagi ini merupakan lintasan paling ekstrim,” seloroh Gubernur.  “Tapi Kompas Tambora Challenge sudah membuktikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin,” tegasnya.

Karena itu, Gubernur menyampaikan terima kasih kepada Harian Kompas dan seluruh media yang telah melaksanakan program yang menginspirasi tersebut di NTB. Seraya berjanji akan mendukung sepenuhnya Kompas Tambora Challenge 320 K- 2020 agar meraih sukses besar.

Launching Kompas Tambora Challenge 320 K-2020 ditandai dengan pembukaan logo, serta testimoni dari Hendra Siswanto, pemecah rekor Marathon 320 K tahun 2019 dan akhiri dengan pembagian buku serta door price lainnya.hm

About literasi

Check Also

Kini, NTB Punya Sekolah Berkuda

Sumbawa, Literasi- Keinginan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah untuk menghadirkan sekolah berkuda di NTB, kini …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: