Senin , September 28 2020
Home / Dinamika / Hidroponik Dasan Cermen Jadi Eduwisata Pertama Kafegama di Mataram

Hidroponik Dasan Cermen Jadi Eduwisata Pertama Kafegama di Mataram

MATARAM, Literasi – Ketua Umum Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (Kafegama) NTB, Hj. Putu Selly Andayani, melakukan launching tanaman hidroponik di Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Sabtu (8/2).

Komitmen mewujudkan pertanian hidroponik untuk menjawab solusi pertanian lahan sempit di wilayah perkotaan terus dilakukan Kafegama sejak program ini dirintis pada November 2019 lalu.

          “Khusus di Kota Mataram program ini kita mulai di Kelurahan Dasan Cermen. Ini upaya kami memberi solusi kepada masyarakat perkotaan,” ujar Hajjah Selly menjawab wartawan di sela-sela peresmian itu.

          Menurut Kepala Dinas Perdagangan NTB tersebut, kegiatan budidaya pertanian hidroponik dimulai pada November dan Desember tahun 2019 di Pondok Pesantren Darul Qur’an, Bengkel, Lombok Barat.

Umumnya, para peserta yang kebanyakan adalah kalangan generasi muda diberikan pelatihan tentang budidaya hidroponik, mulai pemahaman teori serta, praktik pembudidayaanya.

“Alhamdulillah, hari ini merupakan launching hidroponik percontohan perdananya. Dimana, Pokdarwis setempat merupakan binaan kami,” kata Hajjah Selly seraya mengaku, jumlah Pokdarwis Dasan Cermen yang ikut saat pelatihan sebelumnya berjumlah sebanyak lima orang generasi muda.

Selly menuturkan, manfaat adanya tanaman hidroponik yang digagas pihaknya tidak lain akan mampu membuat lingkungan asri. Selain itu, pembudidayaan dapat menguntungkan secara ekonomi.

Apalagi, sebut dia, permintaan harian sayur hidroponik melalui Kafegama NTB saat ini berkisar sebanyak 20 kilogram per harinya. Dimana, harga rata-rata sayuran itu berkisar Rp 20 ribu per kilogramnya.

“Saat ini, kami membina beberapa petani hidroponik dan sudah memiliki pasar yang terjamin, yaitu beberapa hotel dan supermarket. Semantara, yang kita launching ini, memiliki dua instalasi dengan kurang lebih 500 lubang hidroponik. Satu kali panen akan menghasilkan 50 kg sayuran, artinya sekali panen ada pendapatan sebesar Rp 1 juta,” jelasnya.

          Sementara itu, Ketua Harian Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, mengapresiasi program yang diinisiasi Kadis Perdagangan NTB tersebut.

          “Ini sangat luar biasa. Kami dari Kagama NTB sangat bangga dan patut disyukuri oleh kita semua, apa yang dilakukan teman-teman Kafegama perlu dicontoh oleh kita semua,” ujarnya.

          Terpisah, Ketua Harian Kafegama NTB, Supiandi,  berkomitmen untuk tetap melakukan pendampingan, kepada masyarakat atau kelompok yang membutuhkan. “Kami akan terus berkomitmen untuk mendampingi masyarakat agar semakin sejahtera, sejahtera yang ditandai dengan bertambahnya pendapatan. Budidaya hidroponik ini tidak membutuhkan waktu yang lama, jadi bisa dikerjakan tanpa mengganggu pekerjaan utama,” tandasnya.

Hidroponik di Dasan Cermen itu juga akan menjadi tujuan wisata edukasi. Mengingat disini terdapat sentra eduwisata menanam padi, kandang sapi, pembuatan pupuk kompos, ayam, bebek, membuat telur asin, kolam lele, dan membuat abon lele.rul.

About literasi

Check Also

Kaka Slank : Pulau Lombok Paling Siap Dikunjungi Wisatawan saat Pandemi

FOTO. Vokalis grup musik Slank, Kaka saat menjadi narasumber pada bincang “Revitalisasi Bumi” bertajuk sinergi …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: