Sabtu , September 19 2020
Home / Dinamika / Maksimalkan Pengelolaan Pariwisata Terpadu, Pemda Lotim dan Balai TNGR Kunker ke Maros

Maksimalkan Pengelolaan Pariwisata Terpadu, Pemda Lotim dan Balai TNGR Kunker ke Maros

SELONG,Literasi-Memaksimalkan pengelolaan Pariwisata Terpadu terutama kawasan Otak Koko’ Joben yang masuk dalam Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur bersama Balai (TNGR) melakukan Kunjungan Kerja ke Pemda Kabupaten Maros Sulawesi Selatan dan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, 27 sampai 29 Januari lalu.

Rombongan dipimpin langsung Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy bersama Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani. Sebelum meninjau Kawasan Wisata Alam Bantimurung rombongan diterima oleh Bupati Maros, Ir. H.M. Hatta Rahman, MM di Kantor Bupati Maros.

Bupati Lombok Timur dalam kata perkenalannya mengungkapkan tujuan kedatangannya ke Maros dalam upaya untuk menggali informasi tentang pengelolaan pariwisata terpadu yang sudah berhasil dilakukan antara Pemda Maros dengan Taman Nasional Bantimurung. Menurutnya banyak berjalan maka banyak tahu, banyak melihat, banyak mendengar dan banyak belajar.

Selama ini dalam pengelolaan salah satu obyek wisata yang cukup legendaris di Lombok Timur yakni otak koko’ joben, antara Pemda Lotim dan Balai TNGR sempat terjadi silang pendapat dan belum menemukan titik temu pemecahannya. Untuk itulah keberhasilan dalam pengelolaan kawasan Wisata Bantimurung patut untuk dicontoh.

Sukiman berprinsip bahwa perseteruan antara Pemda Lotim dan Balai TNGR hendaknya tidak perlu diperpanjang, karena pihak manapun yang memiliki kewenangan pengelolaan yang paling utama adalah masyarakat dapat merasakan manfaatnya untuk peningkatan kesejahteraannya dan Pemerintah Daerah mendapatkan pendapatan Asli Daerah (PAD) dan negara juga memperoleh hasil Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 

Berbagai keberhasilan yang diraih untuk pengelolaan pariwisata Bantimurung, menurut Bupati, ditentukan oleh Kreasi, inovasi dan Informasi. Hal ini patut dicontoh oleh Lombok Timur, terlebih Lombok Timur memiliki potensi yang sangat besar namun pengelolaanx belum maksimal. Untuk itulah dibutuhkan kerjasama semua pihak bukan hanya kerja Dinas Pariwisata termasuk keterpaduan dan sinergi dengan Balai TNGR tidak hanya untuk pengelolaan Joben tapi juga bagaimana mengelola Sembalun dan destinasi lainnya.

Sementara itu Bupati Maros menyampaikan bahwa sebelumnya Pemda Maros juga mengalami hal yang sama sempat berseteru dengan pihak Taman Nasional BaBul dalam hal pengelolaan obyek wisata karena kedua belah pihak merasa sama-sama memiliki hak.

Namun dengan mengedepankan tujuan bersama untuk mendapatkan hasil PAD bagi Pemda, PNBP untuk Taman Nasional termasuk keuntungan bagi masyarakat, akhirnya menghasilkan kesepakatan untuk mengelola secara-bersama-sama dengan mengatur kewenangan masing-masing pihak.    

Bahkan kedepan Pemda Maros akan mengembangkan obyek wisata baru yang dekat dengan Taman Nasional Babul, karena sector pariwisata ini menjadi sector andalan Maros melihat dari posisinya yang sangat strategis dilintasi oleh 3 Provinsi dan 20 Kabupaten/ Kota di Sulsel.

Pengembangan pariwisata, ungkap Hatta, menjadi prioritas karena hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan tidak merusak lingkungan. Hal senada disampaikan kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Dedy Asriady. Diharapkannya dengan belajar ke Pemda Maros dan Taman Nasional Babul dapat menjadi masukan bagi Pemda Kabupaten Lombok Timur dan Balai TNGR agar dapat menemukan solusi yang tepat terhadap silang pendapat kedua pihak.

“Yang paling utama bukanlah pihak mana yang berwenang dan menguasai namun yang terpenting adalah masyarakat dapat merasakan langsung dan menerima manfaat dari pengelolaan wisata, serta PAD bagi Pemda dan PNBP bagi negara akan dapat dihasilkan” jelasnya. Nantinya pelibatan masyarakat sekitar dalam pengeloaan Otak Kokok Joben akan tetap dikedepankan.

Rombongan Kunker yang berjumlah 25 orang yang terdiri dari Bupati, Kepala Balai TNGR, Asisten 2 ekonomi dan Kesra, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Bakesbangpol, sejumlah Kepala Bagian lingkup Setda Kab. Lombok Timur, Wartawan dan unsur Perempuan, juga meninjau langsung Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang terkenal dengan salah satu julukan utamanya “the Kingdom of Butterfly” dengan luas sekitar 43 ribu Ha. (YE)

About literasi

Check Also

Di Hadapan Finalis OwnBeat Urban Festival 2020, Niken Katakan NTB Beri Ruang yang Luas Generasi Muda yang Ingin Berkarya

Bunda Niken di hadaoan dinalis OwnBeat Urban Festival 2020 Mataram, Literasi – Ketua Umum International …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: