Minggu , November 1 2020
Home / Obyek Wisata / Diresmikan jadi Desa Wisata, Gili Indah Terapkan E-Ticketing

Diresmikan jadi Desa Wisata, Gili Indah Terapkan E-Ticketing

Lombok Utara, Literasi – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meresmikan Desa Wisata Gili Indah (Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air) di Dusun Gili Air, Kamis (23/1/2020). Sebelum peresmian Desa Wisata Gili Indah, Wakil Gubernur NTB telah meluncurkan E-Ticketing sebagai upaya mempermudah wisatawan berkunjung ke desa tersebut.

“E-ticketing menjadi salah satu penunjang untuk mempermudah wisatawan kita pada aspek keamanan dan kenyamanan dan kepuasan dari sisi efisiensi juga,” ujar Ummi Rohmi, sapaan akrab Wakil Gubernur NTB. Peresmian Desa Wisata ini diharapkan sebagai tonggak untuk membenahi dari sisi keamanan, kenyamanan, dan kebersihan lingkungan. Sehingga Gili Indah menjadi tujuan wisata terbaik di dunia.

Ummi Rohmi mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan berkolaborasi untuk memajukan pariwisata di NTB. “Masalah kebersihan, harus menjadi top priority selaian tata kelola juga kita perbaiki dengan baik kkedepanny,” ujar Ummi Rohmi.

“Semoga dengan kolaborasi yang baik, dengan seluruh tokoh, pegiat wisata dan penggerak wisata di sini, semoga Gili Indah ini menjadi semakin baik kedepan. Harus terintegrasi dengan semua destinasi destinasi wisata yang ada di Pulau Lombok,” pungkasnya.

Peresmian ini ditandai dengan penandatangan perasasti dan penyerahan bantuan berupa; satu rehab pergola Gili Terawangan, satu paket rambu rambu dan penunjuk arah, satu paket pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM), satu unit kendaraan pengangkut sampah, dan satu paket perlengkapan kebersihan.

Desa Gili Indah terdiri dari tiga dusun yaitu Dusun Gili Trawangan, Dusun Gili Meno dan Dusun Gili Air. Desa ini telah menjadi tujuan wisatawan sejak tahun 1980 an. Dengan ditetapkannya Desa Gili Indah sebagai desa wisata, Kepala Desa (Kades) Gili Indah, Suburuddin, berharap pemerintah daerah, provinsi dan pusat lebih memperhatikan Desa Gili Indah.

“Banyak hal yang perlu kita tingkatkan dan lebih banyak perhatian dari pemerindah daerah, provinsi, maupun pemerintah pusat pengembangan tiga gili ini menjadi tujuan wisata,” ungkap Suburuddin.

Saat ini Desa Gili Indah berkonsentrasi pada masalah lingkungan, tepatnya pengolahan sampah yang berasal dari perusahaan dan rumah tangga. Desa Gili Indah telah membentuk kelompok swadaya masyarakat (KSM).

“Di masing- masing gili kita sudah membentuk kelompok swadaya masyarakat (KSM), di Gili Air namanya Gili Care, Gili Meno namanya Gili Meno Lestari dan di Gili Trawangan namanya Front Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL). KSM ini terbentuk dari sebuah komunitas yang telah bergerak sebelum pembentukan SK. Saat ini mereka sudah diberikan SK oleh pemerintah daerah, diberikan kuasa untuk melakukan pengolahan sampah di masing masing gili. Dikarenakan fasilitas belum terbangun, metode yang digunakan adalah pengumpulan sampah. Sampah-sampah diambil dari perusahaan dan rumah kemudian itu dikumpulkan di pelabuhan kemudian diangkut ke TPS di Tanjung, Lombok,” ujar Suburuddin.

Kades Desa Gili Indah juga telah menganggarkan pengadaan transportasi pengangkutan sampah ramah lingkungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2019.

“Rencana kedepan setelah fasilitas selesai dibangun, kita akan kelola. Kita pilah di rumah-rumah, tidak lagi dibuang ke TPS. Mulai tahun kemarin kita sudah anggarkan melalui APBDes untuk pengadaan kendaraan listrik sebagai tranportasi pengumpulan sampah. Karena di sini tidak boleh ada kendaraan bermotor,” sambung kades Gili Indah.

Sekira 70% wisatawan yang datang ke Desa Gili Indah berasal dari Pulau Dewata, Bali. Hal tersebut didukung dengan adanya fast boat, penyeberangan langsung dari bali. Semenjak gempa Lombok, wisatawan yang berkunjung ke tiga gili sangat menurun. “Alhamdulillah saat ini wisatawan sudah banyak berdatangan. Target kunjungan dari desa saat low season (bulan januari dan februari) yang datang ke tiga gili melalui fast boat sebanyak 1000 (seribu) wisatawan. Kalau sudah masuk high season, kunjungan bisa sampai 3000 (tiga ribu) wisatawan,” pungkas Suburuddin. hm

About literasi

Check Also

Menikmati Wisata “Betalet” di Pantai Kerakat

Pantai Kerakat SELONG, Literasi – Menimbun sebagian badan ke dalam pasir pantai, atau dalam bahasa …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: