Minggu , Oktober 25 2020
Home / Dinamika / Pelepasan Bibit Penyu di Pantai Sedayu Dihari Ibu

Pelepasan Bibit Penyu di Pantai Sedayu Dihari Ibu

Gangga, Literasi – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara merayakan puncak peringatan Hari Ibu (HI) ke-91 tahun 2019 berlangsung di Pantai Sedayu Lekok, Desa Gondang, Kecamatan Gangga dengan melepas bibit penyu. Acara itu dihadiri Bupati Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, Senin (23/12).

Rangkaian acara Hari Ibu kali ini diisi dengan pembacaan sejarah singkat lahirnya Hari Ibu dan pemotongan tumpeng oleh Ketua GOW KLU kemudian diakhiri dengan pelepasan bibit penyu di pantai Sedayu oleh Bupati dan Ketua DPRD yang disaksikan segenap tamu undangan dan masyarakat umum.

Pada peringatan puncak HI ini, Bupati Lombok Utara dalam sambutannya menyampaikan bahwa semua lapisan masyarakat perlu menjadikan Hari Ibu 2019 sebagai renungan bersama lantaran di antara hamba yang dititipkan oleh Allah SWT di muka bumi yaitu sesosok “malaikat”, yang setiap hari melindungi, memberi makan saat lapar, memberi minum waktu dahaga, serta berkeringat mencari makan. Sesosok malaikat itu adalah “Ibu” dari masing-masing individu manusia dalam kehidupannya.

“Tentu kita belum selesai untuk berbakti jika ada ibu di antara kita di sini yang masih hidup, utamakan ibu kita karena keberkahan itu ada pada ibu kita,” pesan Najmul seraya mengajak untuk merenung sejenak karena kadang-kadang seseorang lalai terhadap ibu sendiri. Seseorang, bisa kaya, bisa hebat dan memiliki kekuasaan, tetapi apabila tidak ada keberkahan dari ibunya maka semua itu menjadi sia-sia.

“Apabila ada suami memberi uang untuk sangu ibunya harus mencuri kepada istrinya misalnya, itu adalah suami yang pengecut. Dan jika istri mengkondisikan keadaan seperti itu maka ia adalah istri yang tidak baik. Apabila kita tidak bisa berbuat baik kepada ibu kita, dosanya sama dengan syirik,” tutur bupati mengingatkan hadirin.

“Sangat salah jika kita meminta anak kita berbakti untuk kita, sementara kita tidak berbakti kepada orang tua kita sendiri. Jangan pernah kita menyesal dalam merawat ibu kita sendiri,” tambah bupati penerima award inovasi terbaik dalam rehabilitasi bencana ini.

Menurut Najmul, sebagian ibu memiliki kekurangan dan kelebihan, begitu juga seorang istri. Tak selamanya seorang suami menemukan sikap yang baik dari istrinya. Tapi suami harus bisa menahan diri seraya membayangkan kebaikan-kebaikannya.

Bupati mencontohkan, bagaimana istri seseorang bangun sebelum suaminya bangun dan tidur sebelum sang suami tidur. Hal itu dilakukan bukan sehari atau dua hari tetapi bertahun-tahun sembari mengajak semua pihak untuk mengingat kebaikan-kebaikannya. Sehingga jika seseorang marah kepada istrinya maka marahnya akan hilang. Ia juga berpesan supaya seseorang mendidik anaknya agar menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya.

Orang nomor satu di bumi Tioq Tata Tunaq ini juga menyampaikan pesan nabi Muhammad SAW bahwa seorang suami tidak boleh memarahi atau membentak istri di depan anaknya.

“Dan satu yang saya sampaikan ini pesan nabi untuk umatnya, jangan pernah kita membentak dan memarahi istri kita di depan anak-anak kita,” tegasnya menyitir pesan Nabi SAW.

Doktor Ilmu Hukum ini juga menerangkan jika seorang suami melakukan tindakan tidak baik kepada istri di depan anaknya berarti ia mengajari anaknya untuk tidak menghargai ibunya sembari memberikan contoh tindakan yang termasuk tidak baik untuk anak jika seorang suami misalnya mengajarkan anaknya agar tidak berbakti kepada ibunya.

Sekjen Apkasi ini lantas menyarankan kepada setiap orang tua di Lombok Utara agar berusaha semaksimal mungkin anak-anak mereka tidak masuk dalam masalah yang membelit orang tuanya.hm

About literasi

Check Also

Rakor dan Percepatan DPSP Mandalika Digelar, Gubernur : Kita Semua On The Right Track

Rakor Kerjasama Kementerian/Lembaga/dunia usaha, Pemda dan percepatan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika Lombok Tengah, …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: