Senin , September 28 2020
Home / Business / Sulap Sampah Plastik jadi Barang Kerajinan Cantik, Wanita Ini Raup Rp 5 Juta/Bulan

Sulap Sampah Plastik jadi Barang Kerajinan Cantik, Wanita Ini Raup Rp 5 Juta/Bulan

MATARAM, Literasi – ‘Ubah sampah jadi berkah’, kata ini menjadi pemikiran anak muda asal Lingkungan Banjar, Kelurahan Banjar, Kota Mataram yang menyulap sampah-sampah plastik menjadi barang kerajinan tangan cantik hingga bernilai ekonomis. Adalah Ulfa, Ketua Gerakan Lingkungan Sampah Nihil (GELISAH) Lingkungan Banjar yang telah punya usaha tersebut.

Bagi sebagian orang, sampah tak ubahnya limbah yang tak punya nilai tambah sama sekali. Di tangannya, sampah-sampah plastik bekas kemasan minuman seperti kopi, teh dan lainnya, diubah menjadi gantungan kunci, dompet, pot dan kanvas bungah ingga tas wanita.

Ide kreatif tersebut muncul di 2017. Dari kepeduliannya soal sampah yang banyak menumpuk di lingkungan tempat tinggalnya, sehingga idenya menyulap sampah tersebut muncul agar bisa dijual.

“Sampah yang belum bisa dimanfaatkan kita manfaatkan jadi produk yang memiliki nilai jual. Kita produknya upcycle, yang tadinya sampah plastik jadi produk yang punya nilai jual. Ubah sampah jadi berkah,” ujar Ulfa menjawab wartawan, Selasa (12/11).

Kepeduliannya tak hanya soal sampah. Ulfa juga memberdayakan para pemuda di lingkungannya. Para pemuda Lingkungan Banjar diberi pelatihan untuk menjadi perajin sampah.

“Kami punya 10 orang anak-anak muda, kami tak menyebutkannya pegawai, tapi saya memang peduli Women Empowering untuk memenuhi pesanan by order (berdasarkan pesanan). Dan setiap Sabtu ada giat sekolah sampah yang kita isi materi pelatihan setiap 4 jam pada anak-anak muda untuk belajar bagaiamana memanfaatkan sampah memiliki produk yang punya nilai tambah,” jelasnya.

Ulfa mengatakan, tak mudah memulai usahanya, sebab keterampilan yang diperolehnya merupakan otodidak belajar sendiri di Youtube.  Kata dia, awalnya usahanya tak begitu banyak berkembang hingga akhir 2018 lalu.

Kendala yang dihadapinya bermacam-macam. Terutama untuk meyakinkan lingkungannya bahwa sampah-sampah plastik bisa dikreasikan menjadi barang berharga. “Prosesnya tidak gampang, kita awalnya tidak mendapatkan antusias,” katanya.

Setelah upaya keras yang dilakukan. Usaha gadis manis kelahiran tahun 1992 ini bersama timnya termasuk para pemuda tadi‎, akhirnya sedikit demi sedikit membuahkan hasil. Beberapa keluarga di lingkungan tempat tinggalnya sekarang punya inisiatif untuk memilah sampah plastik kemasan agar bisa langsung dikoordinir dan dikumpulkan.

“Ada yang kita bayar Rp 50-80 per sachet, ada juga yang kita kasih satu item produk kita itu sudah senang. Apalagi, Kepala Lingkungan Banjar sangat mendukung,” katanya.

Sampah-sampah plastik tersebut dianyam menjadi produk-produk seperti souvenir, dompet, hingga tas. Dalam sebulan, setidaknya produk yang dihasilkan bisa mencapai 20 sampai 50 item.

Penjualan produknya, lanjut Ulfa masih sebatas online dan konvensional, yakni mulut ke mulut. Oleh karena itu, pihaknya berharap adanya dukungan dan bantuan pemerintah. “Sehingga kami bisa mengikuti sejumlah pameran di dalam negeri. Saat ini produk yang kita hasilkan masih dijual secara online dengan harga mulai Rp 5 ribu hingga Rp100 ribu per item,” jelasnya.

“Karena marketnya masih terbatas, jadi omzet jasa lebih besar dibanding produknya. Kita lebih banyak edukasi, kita menjual jasa. Kita punya program ‘Petaka’. Pemberdayaan Tenaga Kreatif. Kita beri pelatihan untuk olah sampah, kalau jadi kita bantu pasarkan,” sambungnya.

Ulfa menambahkan, selain tas, produk kerajinan yang sudah berhasil dibuatnya. Diantaranya, dompet, suvenir pernikahan, piring, dan hiasan bunga. “Omzet yang kami peroleh rata-rata berkisar antara Rp 3-5 juta per bulannya,” tandasnya. RUL.

About literasi

Check Also

Ini Paket Stimulus Ekonomi Covid-19 ala NTB

Gubernur NTB Dr.Zulkieflimansyah Mataram,Literasi – Untuk memacu produktivitas UMKM/IKM di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: