Senin , September 28 2020
Home / Budaya / Bupati KLU Minta “Festival Memangkek” Dilestarikan

Bupati KLU Minta “Festival Memangkek” Dilestarikan

Bayan, Literasi – Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH menutup festival Memangkek yang dilaksanakan di Dusun Terbis Desa Akar-akar Bayan, Sabtu (14/9). Hadir pada acara penutupan festival Memangkek ini diantaranya Pjs Kades Desa Andalan Raden Srigede, Sekdes Akar Akar Amirudin dan tamu undangan lainnya.

Bupati Najmul mengawali sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat yang telah turun-temurun melestarikan olahraga tradisional memangkek. Memangkek merupakan istilah lain dari permainan gasing dan termasuk tradisi budaya olahraga di kalangan masyarakat bumi Tioq Tata Tunaq dari dahulu hingga saat ini. Warisan olahraga tradisional ini secara turun-temurun yang dipersemaikan dan dilestarikan dalam lintas generasi, lintas ruang dan waktu.
Warisan budaya tersebut, menurutt bupati, perlu dilestarikan sebagai artefak budaya Lombok Utara karena bisa dijadikan ornanen dan aksesoris wisata. Atraksi memangkek perlu dipromosikan di area-area destinasi wisata Lombok Utara agar dikenal masyarakat luas terutama wisatawan domistik dan mancanegara.

“Malam hari ini kita tutup festival ini, yang menurut saya, ini aset luar biasa karena kita telah melestarikan budaya kita. Saya ingin acara ini kita jadikan event tahunan kita” pesan Najmul. Dalam kesempatan itu, Sekjen Apkasi ini menyampaikan penghargaan kepada para pemenang seraya berharap kegiatan tersebut bisa menjadikan warga setempat dan warga Lombok Utara pada umumnya tetap semangat menjalani kehidupan sehari-hari serta dapat menguatkan tali silahturahmi di antara seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Lombok Utara.

Ketua Panitia Pelaksana Festival yang juga Kepala Dusun Terbis, Riwanem, di hadapan bupati dan seluruh tamu undangan mengungkapkan, pada sore hari itu merupakan moment penutupan dari rangkaian festival memangkek yang diselenggarakan selama sebulan penuh di Dusun Terbis Desa Akar Akar mulai sejak tanggal 5 Agustus sampai 14 September 2019. Kegiatan olahraga tradisional itu berjalan lancar dan terlaksana sesuai harapan.

“Sesuai dengan tujuan Dusun Terbis yaitu mewujudkan masyarakat adil, makmur dan merata. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan festival memangkek ini, maka kami perlu dukungan dari Pemda,” imbuhnya.

Festival pertandingan memangkek itu diikuti oleh perwakilan Desa Selengen Kecamatan Kayangan, Desa Mumbul Sari, Sukadana dan Akar Akar, dengan peserta sebanyak 20 club. Uang pendaftaran olahraga tradisional ini sebesar 100 ribu rupiah.hm

About literasi

Check Also

Festival Bau Nyale, Lahirkan Spirit Baru untuk “NTB Ramah dan Berkah”

LOTENG, LITERASI-Tradisi Bau Nyale, yang menjadi warisan budaya Sasak secara turun temurun, kini melahirkan spirit …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: