Minggu , Juli 25 2021
Home / Obyek Wisata / Lantan, Desa Wisata yang Perlu Sentuhan

Lantan, Desa Wisata yang Perlu Sentuhan

LOTENG, LITERASI-Desa Lantan merupakan salah satu desa wisata di Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Dengan beragam potensi yang dimiliki, belakangan desa ini menarik minat para wisatawan. Hanya saja, masih diperlukan perhatian pemerintah untuk mengembangkannya lebih lanjut agar dikenal luas.

Pasalnya, dalam beberapa hal, desa ini memiliki keterbatasan. “Sebutlah ketika wisatawan hendak mendaki Gunung Rinjani lewat Desa Lantan, tidak ada tempat istirahat yang representative untuk para wisatawan melepas lelah,” kata Ardi, Bendahara Pokdarwis Desa Lantan, Jumat (19/7/2019).

Sebagai salah satu jalur yang dilalui dalam pendakian seharusnya ada tempat peristirahatan seperti berugak. Setidaknya diperlukan empat tempat peristirahatan di jalur itu. Karena tidak ada berugak dimaksud, kata Ardi, wisatawan istirahat di tempat yang dianggap mendukung.

Potensi wisata Desa Lantan sendiri untuk obyek wisatanya adalah berupa air terjun. Jika di Kabupaten Lombok Timur terdapat Tete batu maka di Desa Lantan terdapat air terjun Titian Batu. Jumlah air terjunnya pun ckup banyak yaitu mencapai 9 buah. Hanya saja, sentuhan pengebangannya masih relatif minim sehingga sampai sekarang asih bersifat promosi. Pengunjung sebagian besar dari masyarakat local.

Menurut tokoh pemuda desa setempat, Rohadi, Desa Lantan sudah sejak lama dikenal sebagai desa wisata. Beberapa yang “dijual” seperti ada kebiasaan masyarakat. “Ekowisata ini sangat digemari wisatawan Jepang dan Australia,” kata Rohadi. Setiap bulan selalu ada wisatawan yang secara berombongan datang ke Lantan. Untuk mendaki, selain berjalan kaki ada yang menggunakan sepeda motor dengan tantangan tikungan yang cukup berat. Namun, pengaruhnya secara ekonomi diakuinya masih sangat minim.

Ia mengatakan masih banyak potensi yang perlu dibangkitkan seperti Taman Maiq Meres, Gua Kelelawar dan wisata arung jeram. Hal lain yang mendukung berupa usaha kecil masyarakat, baik makanan ringan, kerajinan bambo, maupun di sektor pertanian yang menjadi andalan.  Sayangnya, sejak ditetapkan sebagai desa wisata belum ada bantuan pemerintah. Para wisatawan sendiri sangat mengapresiasi desa yang sejuk ini.

Menurut Ardi, masalah keamanan di Desa Lantan cukup terjamin. Dahulu, warga desa senantiasa memagari rumahnya. Kini, rumah-rumah penduduk justru sangat terbuka. Angka kriminalitasnya sangat kecil. Hal ini dinilainya cukup mendukung kedatangan wisatawan.

Wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri biasanya bermalam di Desa Lantan beberapa hari. Mereka menginap di rumah penduduk yang sederhana.  “Ini sudah dikenal sejak lama. Para wisatawan biasanya dibawa oleh para guide,” cetusnya. Para guide sering kali berasal dari desa setempat yang banyak bekerja di sektor pariwisata di Gili Trawangan.  Jadi, para guide dari Desa Lantan itulah yang turut memopulerkan desa ini.

Kades Lantan, Erwandi,S.Pd,  yang baru terpilih enam bulan lalu mengatakan akan memrioritaskan pengembangan desa wisata Lantan. Pihaknya bersama Pokdarwis desa setempat akan mendata kebutuhan yang diperlukan untuk membangkitkan sector pariwisata di desa tersebut agar berkembang menjadi lebih baik. ian

About literasi

Check Also

Sandiaga : Pacoa Jara Bisa Dijadikan Magnet Pariwisata NTB yang Mendunia

Sandiaga Uno saat berkunjung ke Bima Bima, Literasi-Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahudin …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: