Selasa , November 12 2019
Home / Kuliner / Praktisi Pariwisata NTB Minta Pemprov “Jamu” Ribuan Bikers Begibung

Praktisi Pariwisata NTB Minta Pemprov “Jamu” Ribuan Bikers Begibung

MATARAM, Literasi – Praktisi pariwisata NTB, H. Misbach Mulyadi, meminta Pemprov setempat memberi pelayanan terbaik pada ribuan bikers yang akan berkunjung ke Lombok pada 22 hingga 25 Juli 2019 mendatang.

Menurut mantan Ketua Harian Lombok Sumbawa Promo (LSP) NTB, fasilitasi pelayanan dimaksud berupa adanya jamuan yang menyajikan kuliner lokal pada saat welcome dinner dan malam puncak kegiatan tersebut yang akan dipusatkan ke KEK Mandalika di Lombok Tengah.

“Penting kita beri kesan yang ramah pada bikers itu. Mengingat, pariwisata itu butuh mobilisasi dan pelayanan yang prima. Apalagi NTB dalam posisi pemulihan pascagempa saat ini,” ujar Misbach menjawab wartawan, Jumat (19/7) petang.

Ia mengatakan suguhan makanan lokal dengan pola begibung,  yakni, duduk bersila empat orang sebagai tradisi warga suku Sasak saat makan dirasa akan bisa memberi kesan positif bagi para ribuan bikers tersebut.

“Disinilah tugas pemprov NTB untuk menjamu para bikers itu, apalagi panitia penyelenggara yang memokuskan acaranya di Pantai Senggigi dirasa tepat untuk mengangkat pariwisata NTB pascagempa. Makanya, harus di suport betul,” kata Misbach.

Diketahui, pada 22 hingga 25 Juli 2019 mendatang, ribuan bikers akan berkunjung ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kedatangan para maniak motor itu, dalam rangka Jambore Nasional Ikatan Motor Indonesia (IMI) 2019. Sebanyak 2.500 bikers se-Indonesia akan datang dan berkumpul di eks-Bandara Selaparang, Kota Mataram.

Terpilihnya Lombok sebagai lokasi pertemuan para bikers ini juga sekaligus sebagai upaya pemulihan pariwisata Lombok pascagempa 2018. Ketua IMI NTB, M Nur Haedin, menjelaskan IMI memiliki program yang mendukung pariwisata, sehingga dengan datangnya ribuan bikers diharapkan mampu mempromosikan kembali pariwisata Lombok pascagempa.

“IMI pusat melihat Lombok punya geliat pariwisata bagus sekali. IMI memiliki program berkaitan pariwisata. NTB menjadi pilihan karena tahun lalu ada bencana gempa sehingga mengganggu sektor pariwisata. IMI membantu recovery (pemulihan) pariwisata,” ujarnya di Mataram, Jumat (19/7).

Acara puncak dalam pertemuan bikers tersebut dipusatkan di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, yang saat ini tengah bersiap menyambut pergelaran event MotoGP 2021. “Puncaknya di KEK Mandalika karena ada pesan strategis bahwa Mandalika naik daun karena event MotoGP,” jelasnya.

Para bikers juga ditekankan yang memiliki akun media sosial dengan jumlah follower ribuan, sehingga dapat mempromosikan wisata di Lombok. Ketua Panitia Acara, Faurani Sibawai, menjelaskan di eks Bandara Selaparang titik kumpul bikers akan dihadirkan bazar aneka kuliner dan oleh-oleh khas Lombok, sehingga bisa bermanfaat pada masyarakat.

“Jamnas IMI momen paling pas buat NTB. Ouput juga dinikmati masyarakat dengan datangnya ribuan bikers,” paparnya.

Selain bazar yang melibatkan pedagang lokal, acara juga akan dirangkai dengan festival musik, bakti sosial di masjid dan menanam pohon. Agus Panca selaku Sekretaris IMI NTB, acara tersebut juga dirangkai dengan acara time rally yang diikuti 50 tim. “Semua biker mempunyai kewajiban menanam satu bibit pohon,” ucapnya.

Pada acara puncak akan digelar touring merah putih dari Kota Mataram menuju Mandalika, Lombok Tengah. Ribuan bikers akan terbagi melewati empat rute. Masing-masing rute adalah rute bypass, Sekotong Lombok Barat, Sembalun Lombok Timur dan tengah kota Lombok Tengah.

“Kita berharap mereka akan berkunjung kembali di NTB. Kita bekerja sama dengan travel agen untuk menawarkan harga khusus ke Lombok,” ungkapnya. Koordinator Acara, Taufan Ardiansyah, juga menitip pesan bahwa acara tahunan ini sekaligus mengundang klub motor lainnya untuk bergabung. RUL.

 

About literasi

Check Also

Peracik Teh Lombok Ikuti Ajang “Tea Masters Cup International”

MATARAM, Literasi – Sebanyak 15 peracik teh berebut gelar di kompetisi teh terbesar dunia ‘Tea …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: