Selasa , Februari 18 2020
Home / Obyek Wisata / Libur Lebaran Usai, Kolam D’Odes Diperbatasan Loteng-Lotim Ramai Pengunjung

Libur Lebaran Usai, Kolam D’Odes Diperbatasan Loteng-Lotim Ramai Pengunjung

LOTENG, Literasi –  Wisata Air D’Odes yang berada di Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, masih ramai dikunjungi wisatawan meskipun hari libur Lebaran sudah usai. Pada hari pertama kerja, pengunjung masih memadati objek wisata yang berada di perbatasan Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur tersebut.

          Pantauan wartawan, terlihat anak-anak ditemani orang tua mereka datang serta bermain air di beberapa wahana seperti kolam renang, kolam arus, dan lain sebagainya. Selain itu, di kolam yang lokasinya di pusat kecamatan Kopang itu,wisatawan yang kebanyakan berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Lombok Timur terlihat berfoto selfie dengan sejumlah ular yang merupakan koleksi dari wahana kolam renang tersebut.  

Salah satu pengunjung, Sayuti, mengatakan rela menempuh jarak puluhan kilometer atau sekitar 3 jam untuk berkunjung ke wisata air D’Odes di Kopang. Karena menurutnya, ini waktu yang tepat untuk menghabiskan kebersamaan dengan keluarga sebelum kembali beraktivitas atau bekerja.

          “Ya, senang saja bisa bermain air bersama keluarga dan anak-anak,” ujarnya menjawab wartawan, Senin (10/6).

Menurutnya, liburan di wahana air lebih seru dengan beberapa permainan seperti kolam arus, perosotan dan lain sebagainya sehingga lebih menantang dibandingkan wisata lainnya. Apalagi, tiket masuk di lokasi ini terbilang murah. Yakni, hanya berkisar Rp 10 ribu.

          “Pokoknya lebih seru dibandingkan tempat wisata air, dan menurut saya tidak bosan karena di sini kita boleh membawa makanan sendiri dari rumah. Bahkan, sejumlah fasilitas yang disiapkan, mulai tempat karaoke dan berugak pun bebas kita tempati tanpa dipungut biaya apapun,” jelas salah satu guru SMP di Sakra, Lotim tersebut.

          Sementara itu, Pemilik Wisata Air D’Odes, H. Rais Ishak, mengatakan sejak libur lebaran, wisatawan yang berkunjung terus mengalami peningkatan. Bahkan, hingga Senin (10/6) siang, pihaknya mencatat wisatawan yang berkunjung mencapai 5 ribu orang. Jumlah tersebut meningkat hingga 100 persen dari hari biasanya.

          Untuk tiket, lanjut Rais, pihaknya tidak menaikkan tarif apapun, yakni hanya Rp 10 ribu. Selain itu, untuk anak-anak sekolah yang datang melalui jalur sekolah pihaknya memberikan diskon mencapai Rp 7.500 per orangnya.

          Untuk masyarakat yang tengah melakukan tes polisi dan TNI, pihaknya menggratiskan tiket masuk untuk mereka berlatih pada kolam renang yang ada sepanjang mereka dapat menunjukkan kartu pendaftaran mengikuti seleksi masuknya.

“Prinispnya, kita ingin memberikan hiburan pada masyarakat. Karena, misi kita bangun tempat hiburan ini pada tahun 2016 lalu adalah untuk sosial. Jadi, memang kita tidak melulu berfikiran bisnis orientid,” kata Rais.

          Anggota DPRD NTB itu menyatakan kolam yang dirintisnya tersebut buka pada pukul 09.00 hingga pukul 17.00 Wita. Kendati banyak nilai sosial yang dikedepankan pihak pengelola tidak melupakan standar kebersihan air kolamnya.

          “Setiap hari, sebanyak 14 karyawan selalu bergantian shif membersihkan air kolam. Mereka mencek kadar air, dan pompa airnya sesuai standar kebersihannya. Jadi, meskipun tiket kami murah tapi, standar kebersihan tetap kita kedepankan,” tandas Rais Ishak.

          “Selain menyajikan wahana air, kami juga memberikan tarif makanan yang sangat murah. Diantaranya, kopi Rp 3 ribu, bakso Rp 10 dan nasi goreng Rp 10 ribu. Tak hanya itu, pengunjung juga bisa fitnes sepuasnya sambil melihat koleksi ular yang kita miliki tanpa dikenakan biaya untuk berfoto selfie sebagai bentuk pelayanan kami kepada para pengunjung,” tambahnya. RUL.

About literasi

Check Also

Ketika Para Perempuan Cantik Bertandang ke Sade

LOMBOK TENGAH, Literasi-Memasuki Dusun Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, wisatawan akan …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: