Sabtu , September 19 2020
Home / Dinamika / Wagub : “Tak Mungkin Persilahkan Wisatawan Datang Namun Kita Tak Punya Tanggung Jawab pada Lingkungan

Wagub : “Tak Mungkin Persilahkan Wisatawan Datang Namun Kita Tak Punya Tanggung Jawab pada Lingkungan

MATARAM, Literasi-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd membuka sekaligus memberikan sambutan pada Seminar Nasional dan Lokakarya Sirkulasi Ekonomi Pengelolaan Sampah, Rabu (27/03). Wagub menilai sebagai daerah yang memiliki keindahan alam masalah sampah harus diperhatikan karena tidak mungkin mempersilahkan wisatawan datang sedangkan disisi lain masyarakat tidak punya tanggung jawab pada lingkungan.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara penyumbang sampah ke laut nomor 2 terbesar setelah China. Semua orang menghasilkan sampah setiap harinya bahkan setiap jam. Sampah plastik di laut indonesia sekitar 57% dan 80% sampah tersebut berasal dari daratan. Hal tersebut menyebabkan kematian satwa laut karena memakan sampah plastik.

Menurut Ummi Rohmi, kondisi lingkungan dan pengelolaan sampah di negara ini belum sesuai harapan. Karena itu, ia menilai seminar pengelolaan sampah adalah salah satu hal yang sangat penting untuk masa depan Nusa Tenggara Barat. Menjaga lingkungan untuk mewariskan alam pada generasi di masa yang akan datang.”Inilah yang paling berharga, seperti apa perlakuan kita saat ini. Itulah yang akan diterima oleh generasi di masa yang akan datang,” tuturnya.

NTB merupakan daerah yang menjual keindahan alamnya. Berbicara keindahan, berhubungan erat dengan kelestarian dan lingkungan. Suatu hal yang tidak mungkin, jika kita memperkenalkan dan mempersilahkan wisatawan untuk datang namun disisi lain masyarakat tidak memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan. “Mari kita pikirkan bersama, mari kita cross check pada diri kita masing-masing,” jelas Ummi Rohmi.

Dalam sambutannya, Ummi Rohmi menjelaskan ikan dan garam terkontaminasi mikroplastik. Garam yang merupakan salah satu bahan yang sering kita konsumsi mengandung 90% mikroplastik.

“Kita makan ikan dan garam yang mengandung mikroplastik, itu semua karena kesalahan kita semua. Karena pandangan kita terhadap sampah yang salah,” ujarnya.

Karena itu ia mengajak masyarakat untuk mengubah mindset dan cara berpikir masyarakat untuk memandang sampah. Sampah bukan menjadi masalah dan musibah, tetapi bagaimana memandang sampah sebagai sumber daya. Jika dikelola dengan baik, sampah akan membawa manfaat.

“Mari bersama-sama dengan stakeholder terkait, dengan LSM, dan semua masyarakat yang peduli dengan masalah ini,” ajaknya seraya berharap NTB memiliki lebih banyak Bank Sampah di desa dan keluarahan sehingga masyarakat teredukasi untuk memilah sampah. Industri dan perusahaan di NTB pun wajib mengikuti rencana pemerintah untuk lingkungan ini.

“Jika Bank Sampah ini sudah tersedia di desa-desa dan kelurahan kita, maka tugas dan tanggung jawab pemerintah adalah mendorong dan menjaga sistem jangan sampai tersumbat,” cetusnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB Ir. Madani Mukarom, BScF, MSi menjelaskan tujuan dari seminar ini adalah memberikan gambaran umum tentang program NTB Zero Waste, menyinkronkan program NTB Zero Waste antara Pemprov dan Pemkab, Pemkot dan  seluruh stakeholder lain di NTB dan perencanaan langkah-langkah teknis untuk pencapaian Program NTB Zero Waste.hm

About literasi

Check Also

Di Hadapan Finalis OwnBeat Urban Festival 2020, Niken Katakan NTB Beri Ruang yang Luas Generasi Muda yang Ingin Berkarya

Bunda Niken di hadaoan dinalis OwnBeat Urban Festival 2020 Mataram, Literasi – Ketua Umum International …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: