Kamis , Oktober 29 2020
Home / Dinamika / ‘Heritage’ dan Persawahan Bonjeruk jadi Tema Lombok Travel Mart 2019

‘Heritage’ dan Persawahan Bonjeruk jadi Tema Lombok Travel Mart 2019

MATARAM, Literasi  – Ajang Lombok Travel Mart (LTM) VI tahun 2019 kembali digelar oleh Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (APPI) NTB pada 1-3 Maret 2019. Menariknya, konsep kegiatan tahunan ini dilakukan diluar ruangan (outdoor), di areal persawahan dan bangunan tua sisa peninggalan penjajahan Belanda di desa Bonjeruk, Kabupaten Lombok Tengah.

          “Konsepnye itu ‘heritage’ desa persawahan dan bangunan tua peninggalan zaman Belanda yang masih ada di Bonjeruk, Lombok Tengah,” ujar Ketua Panitia LTM ke VI Leja Kodi.

          Leja mengatakan, pada LTM sebelumnya pihaknya mengangkat tema museum, pantai, air terjun dan hotel. Namun kali ini, format yang  diangkat adalah berbeda daripada sebelumnya.

          Menurut dia, dipilihnya Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat. Lantaran, desa Bonjeruk atau dulu disebut Bondjeroek pernah menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda di Lombok di zaman kolonial dulu.

          Hal ini masih bisa dilihat pada arsitektur bangunan-bangunan tua yang ada di desa tersebut. Seperti bangunan puri atau pusat perkantoran peninggalan Bondjeroek Hindia Belanda, bangunan rumah peninggalan Belanda dan sebuah masjid bernama Masjid Raden Nunu Unas.

          “Desa ini kaya dengan nila-nilai sejarah dan bangunan sisa peninggalan penjajahan Belanda. Sehingga, ini yang coba kami angkat di LTM kali ini, sebuah desa dengamn cita rasa Belanda,” jelas Leja.

          Wanita yang akrab disapa Ingoe ini, menjelaskan, selain memiliki bangunan peninggalan Belanda, desa Bonjeruk juga kaya akan atraksi budaya serta kuliner yang khas. Sehingga, ini mempertegas bahwa Lombok memang kaya destinasi wisata yang beragam yang tidak di tempat lain.

          “Jadi, Lombok ini tidak hanya soal pantai atau air terjun dan gunungnya yang di nikmati, tapi ada kekayaan alam lain yang sesugguhnya memiliki potensi untuk bisa di jual yakni Lombok kaya dengan nilai sejarah,” tegasnya.

          Sementara itu, Sekjen APPI NTB Badrun mengatakan di LTM ke VI ini akan diikuti 150 buyers domestik dan mencanegara, di antaranya Malaysia dan Singapura serta Korea Selatan. Sedangkan, sellers setidakanya akan melibatkan 50-an terdiri dari hotel dan travel agent di NTB.

          “Dari 150 buyers ini sudah mengkonfirmasi keikutsertaan mereka di LTM ke VI. Nantinya mereka juga akan kita ajak menikmati suasana desa dengan persawahan, termasuk berkeliling ke destinasi wisata seperti Mandalika,” terangnya.

          Selain itu, menurutnya LTM ke VI ini juga akan dirangkai dengan rapat kerja nasional (Rakernas) APPI yang akan di ikuti seluruh DPD APPI di seluruh Indonesia.

          “Nantinya di rakernas ini kami akan mencoba membahas isu-isu yang sedang mendera pariwisata, terutama sekali mengenai kenaikan tiket penerbangan dan pemberlakuan bagasi berbayar yang kita nilai sangat memukul industri pariwisata,” tandas Leja Kodi. RUL.

About literasi

Check Also

Rakor dan Percepatan DPSP Mandalika Digelar, Gubernur : Kita Semua On The Right Track

Rakor Kerjasama Kementerian/Lembaga/dunia usaha, Pemda dan percepatan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika Lombok Tengah, …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: