Rabu , Juli 15 2020
Home / Dinamika / Halal Tourism Berlanjut, Gubernur : ‘Medical Tourism’ Sasar Kebersihan Obyek Wisata

Halal Tourism Berlanjut, Gubernur : ‘Medical Tourism’ Sasar Kebersihan Obyek Wisata

MATARAM, Literasi – Kritik terhadap program ‘medical tourism’ atau yang dikenal dengan pariwisata berbasis kesehatan yang digagas Gubernur Zulkieflimansyah, ditanggapi santai oleh orang nomor satu di NTB tersebut.

          Menurut Zul, konsep medical tourism yang ada dalam pemikirannya tidak lain pengembangan pariwisata di NTB itu harus didasarkan pada kesehatan yakni, bagaimana seluruh distinasi wisata di NTB itu bebas dari adanya sampah dan penyakit. Selain itu, masyarakat di sekitar destinasi pariwisata itu bisa ekonominya meningkat akibat adanya program tersebut.

“Kalau sudah masyarakat memiliki tingkat pendidikan baik, tentunya kesejahteraan mereka akan meningkat. Yang pasti, bagaimana pariwisata itu bisa sehat manakala masyarakat di sekitar areal distinasi wisata masih miskin,” ujar Gubernur menjawab wartawan usai menghadiri sidang paripurna DPRD NTB, Rabu (20/2).

Zul mengaku optimis program medical tourism itu bisa berjalan di NTB. Namun, syaratnya masyarakat yang berada di areal pariwisata harus memiliki tingkat pendidikan dan kesejahteraan yang baik.

“Maka itu, muara dari medical tourism adalah menyasar terlebih dahulu masyarakat di sekitar destinasi pariwisatanya. Ini yang saya minta harus lebih didetailkan dalam pengajuan RPJMD kali ini,” kata dia.

Zul lantas menugasi Kepala Bappeda NTB Ridwansyah untuk melanjutkan menjawab bagaimana konsep pengembangan medical tourism tersebut. Kata Ridwansyah, healthy tourism yang digagas Gubernur tidak lain merupakan bagian dari pengembangan halal tourism.

“Karena NTB adalah halal tourism maka kita masukkan pengembangannya dalam renstra, yakni semua yang bersih-bersih dan sehat akan masuk pada halal tourism. Itu artinya, destinasi pariwisata di NTB harus bersih dan bebas sampah,” ujar Ridwansyah.

Sebelumnya, Ketua Departemen Hukum Bisnis Fakultas Hukum Unram, Dr. L. Wira Pria Suhartana mengkritik program Gubernur Zulkieflimanyah yang bakal menjadikan provinsi NTB, khususnya Pulau Lombok, sebagai destinasi ‘medical tourism’.

Menurut Wira, seharusnya program ‘medical tourism’  perlu ada pengkajian yang cermat. Hal itu menyusul, pascamusibah gempa beberapa waktu lalu, kondisi pariwisata NTB, terpantau masih mengalami keterpurukan.

          Oleh karena itu, percepatan program pemulihan. Yakni, dengan memokuskan pada restrukturisasi kelembagaan dan rekapitalisasi infrastruktur penunjang percepatan pemulihan pariwisata di wilayah terdampak gempa harus lebih menjadi perioritas utama. Sebab, usaha kepariwisataan di NTB harus didorong bangkit kembali.

          “Disitulah tugas pemda NTB mencarikan solusi guna membantu pemulihan industri pariwisata di daerahnya. Dan bukan malah membuat program kepariwisataan yang tidak jelas dan tidak sesuai dengan basis potensi pariwisata daerah, “ ujar L. Wira Pria Suhartana menjawab POS BALI di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu itu.       Pakar hukum Unram itu menyatakan, Pulau Lombok dan NTB selama ini dikenal oleh wisatawan, baik domestik dan mancanegara merupakan destinasi wisata syariah. Oleh karena itu, Wira mempertanyakan program pengembangan medical tourism yang digagas oleh gubernur tersebut. “Ingat, orang pergi ke Lombok itu adalah untuk berwisata dan bukannya berobat karena Lombok dikenal akan keindahan dan keunikan alamnya,” kata Wira lantang. RUL.

About literasi

Check Also

Gubernur Dr. Zul berharap LIFT lahirkan Penerbang Hebat dari NTB

Lombok Institus Of Fligh Technologi (LIFT) Mataram, Literasi – – Sekolah Tinggi Penerbangan Lombok Institus …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: