Sabtu , September 19 2020
Home / Dinamika / Guru dan Siswa SMK 1 Gerung Kunjungi STP Mataram

Guru dan Siswa SMK 1 Gerung Kunjungi STP Mataram

MATARAM, Literasi – Guru dan siswa SMK 1 Gerung, Lombok Barat, melakukan kunjungan ke Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram, Sabtu (16/2). Kunjungan itu sebagai upaya mengetahui dari dekat keberadaan sekolah tinggi yang belakangan sangat diperhitungkan masyarakat.

Kehadiran puluhan guru dan siswa tersebut diterima jajaran dosen dan pihak pengelola Hotel Vaganza di Balroom hotel setempat. Rombongan yang dipimpin Humas SMK 1 Gerung, Suswati, itu disambut Ketua Pusat Kajian Pariwisata Mataram yang juga dosen STP Mataram, Dr.Made Suyasa.

Dalam sambutannya Suyasa memaparkan keberadaan sekolah yang dirintis sejak tahun 1996 bernama Akademi Pariwisata Mataram hingga akhirnya menjadi STP Mataram tahun 2017 menyusul pembentukan program S1 guna menambah program vokasi D3 Perhotelan serta Tour and Travel yang sejak awal dirintis.

Tidak hanya mendirikan program S1, STP juga memiliki komitmen yang tinggi dalam dunia kepariwisataan sehingga mendirikan Hotel Vaganza sekelas bintang tiga dengan balroom berkapasitas 1.000 orang dan kamar sebanyak 20 unit disertai meeting room. Upaya itu dilakukan sebagai bentuk komitmen agar para mahasiswa bisa lebih dekat mengenali dunia kepariwisataan sekaligus dapat melakukan praktik di dalamnya.

Humas SMK 1 Gerung, Suswati, yang mengaku kagum dengan keberadaan STP Mataram

Sebanyak 8 ruang belajar yang dimiliki, kata Suyasa, pun dilengkapi dengan LCD dan AC sehingga siswa bisa melakukan proses belajar dengan nyaman. “Ini sebagai bentuk keseriusan kami dalam menata sekolah pariwisata,” kata Suyasa. Baginya, pendidikan pariwisata harus sesuai dengan prinsip-prinsip kepariwisataan yang mengedepankan kenyamanan, kerapian, keindahan, dan ketenangan.

Suyasa memaparkan pula SDM pariwisata ditengah upaya menggenjot sektor industri tanpa asap itu di NTB sementara ini masih lemah. Bahkan di SMK yang memiliki jurusan pariwisata, tidak sedikit guru yang mengajar di sana tanpa latarbelakang kepariwisataan. Karena itu ia berharap guru-guru SMK yang ingin menyempurnakan kualifikaisi pendidikannya melanjutkan ke STP Mataram.

Menurut Suyasa, pihaknya memiliki SDM pengajar yang cukup memadai, yaitu tiga orang doktor dan 8 calon doktor dengan latarbelakang pariwisata. Bahkan jika sejumlah calon doktor menyelesaikan pendidikannnya, dengan 11 orang doktor tidak menutup kemungkinan STP Mataram membuka program S2.

Terkait kemungkinan siswa memeroleh pendidikan di sana, Suyasa mengemukakan beberapa tawaran yang diberikan, diantaranya program beasiswa bagi siswa yang masuk 10 besar di sekolahnya, atau tiga besar di kelasnya. Beasiswa meliputi gratis biaya pendaftaran hingga SPP selama setahun. Terdapat juga program lain seperti Bina Lingkungan. Kemudahan lain yang diperoleh dalam memasuki dunia kerja, pihak STP terus-menerus menjalin kerjasama di dalam dan luar negeri baik berupa program magang maupun program lainnya.

Humas SMK 1 Gerung, Suswati, mengakui adanya perubahan yang luar biasa STP Mataram. Malah saking kagumnya dengan perkembangan yang ditunjukkan STP disertai sejumlah komitmen yang ditunjukkan, Suswati mengemukakan, “Jika ada kesempatan kuliah saya akan kuliah di sini.” ian

About literasi

Check Also

Di Hadapan Finalis OwnBeat Urban Festival 2020, Niken Katakan NTB Beri Ruang yang Luas Generasi Muda yang Ingin Berkarya

Bunda Niken di hadaoan dinalis OwnBeat Urban Festival 2020 Mataram, Literasi – Ketua Umum International …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: