Selasa , September 29 2020
Home / Dinamika / STP Mataram akan jadi Penggerak MoU Pariwisata KLU-KSB, Bupati Harap Terjadi Revolusi Pariwisata

STP Mataram akan jadi Penggerak MoU Pariwisata KLU-KSB, Bupati Harap Terjadi Revolusi Pariwisata

TANJUNG,Literasi-Kondisi sektor kepariwisataan masing-masing kabupaten di NTB berbeda-beda. Kendati potensi besar, jika konektivitas kurang memadai maka potensi tersebut tidak akan memberi pengaruh kepada masyarakat. Karena itulah, Kabupaten Sumbawa Barat (KSM) menjalin MoU dengan Kabupaten Lombok Utara (KLU) di sektor pariwisata. Sayangnya, MoU itu belum berjalan karena belum ada pihak ketiga yang menjadi penggeraknya.

Bupati KLU, Dr.H.Najmul Akhyar, memaparkan kondisi itu kepada petinggi STP Mataram, ketika menyambut kedatangan para akademisi itu di ruang kerjanya, Kamis (17/1),. KSB dalam hal ini sangat ingin pariwisatanya berkembang. Namun, kunjungan wisatawan sangat sedikit. Berbeda dengan KLU yang dalam sehari bisa kedatangan 2.500 wisatawan.

Bagaimana agar wisatawan yang berada di KLU di-share juga ke KSB, itulah yang diinginkan Bupati KSB sehingga menjalin kesepakatan dengan KLU beberapa waktu lalu. Dalam kaitan ini,  kata Bupati Najmul,  KSB akan memasilitasi berupa kapal yang mengangkut wisatawan dari Bangsal, KLU menuju Labuan Lalar KSB untuk  menumbuhkan pariwisata di sana.

Kata Najmul,  wisatawan di Gili Trawangan dalam sehari saja bisa mencapai 2.500 orang yang bagi KSB tidak mungkin terpenuhi bahkan dalam setahun akibat keterbatasan akses.

“(Jika) Mereka (wisatawan) dibawa ke KSB, jika berhasil maka ini revolusi bidang pariwisata. Jika STP ada dalam proses itu maka akan sangat monumental.  Harus ada pihak yang menggerakkan antara KLU dan KSB. Ini menjadi monumental,” ujar Najmul menawarkan program itu.

Bupati KLU menguraikan bahwa untuk membawa wisatawan dilakukan lewat jalur  laut yang menelan waktu 1,5 jam. Kemampuan KSB memasilitasi dengan kapal bisa membuka ruang-ruang aksesabilitas menjadi lebih terbuka dan seimbang antara Pulau Lombok dan Sumbawa.

“Kenapa KSB sulit maju (di sektor pariwisata) itu karena akses,” katanya seraya menambahkan, bahkan Bupati Dompu sebagai kabupaten tetangganya sempat putus asa walau memiliki obyek wisata yang dikenal dunia. Karena akses yang sulit, sektor pariwisatanya tidak berjalan maksimal.

Persoalan konektivitas itu memang masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi sektor wisata di Pulau Sumbawa yang berbanding terbalik dengan potensi wisata yang dimiliki. KSB misalnya memiliki Mantar yang sudah dikenal melalui paralayangnya, serta Pulau Kenawa yang indah. Untuk mengaksesnya dari daerah lain, KSB  memiliki dermaga Labuan Lalar dan Bandara Sekongkang. Namun, selama ini konektivitas di sektor pariwisata belum berjalan baik. Padahal,  jika konektivitas masing-masing daerah berjalan, diyakini perkembangan sektor kepariwisataan lebih cepat bergerak.

Ketua STP Mataram, Dr.Halus Mandala, mendengar tawaran itu langsung bereaksi dengan membuka besar peluang kemungkinan pihaknya terlibat dalam menggerakkan sektor pariwisata dari Lombok menuju Pulau Sumbawa. Selama ini Halus mengakui sektor pariwisata di NTB baru bergerak di Pulau Lombok namun sulit mencapai Pulau Sumbawa.

“Selama ini yang maju adalah Lobar, KLU, Lombok Tengah dan juga Lombok Timur,” urainya. Dengan langkah yang dilakukan Pemkab KLU dan KSB yang melibatkan pula STP Mataram, Halus meyakini sektor kepariwisataan NTB akan bergerak dinamis.

Dalam waktu dekat pihak STP akan merancang program pada bagian mana pihaknya terlibat mengurai kemacetan arus wisatawan. Dengan modal sumber daya manusia yang dimiliki, Halus yakin persoalan ketimpangan sektor kepariwisataan sedikit demi sedikit akan terurai. ian

About literasi

Check Also

Pembangunan Infrastruktur TIK Mandalika Jadi Prioritas, Menkominfotik Mengaku Bahagia dapat Berkunjung Kembali ke NTB

Menkominfotik ketika meninjau langsung Miniatur Circuit Mandalika di KEK Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah Lombok Tengah, …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: