Rabu , Juli 15 2020
Home / Dinamika / Mahalnya Tiket Pesawat ke Lombok Beratkan Masyarakat

Mahalnya Tiket Pesawat ke Lombok Beratkan Masyarakat

MATARAM, Literasi – Tingginya harga tiket pesawat ke Lombok menuai sorotan kalangan anggota DPRD NTB. Sebab, harga tiket mencapai Rp 1.850 juta dari Jakarta ke Lombok terbilang sangat mahal dan dianggap mencekik para penumpang.

Padahal, harga tiket serupa dengan tujuan Jakarta ke Bali hanya berkisar Rp 600 ribu. “Mahalnya harga tiket pesawat ke Lombok maupun sebaliknya sangat memberatkan masyarakat disaat kondisi NTB pascamusibah gempa yang butuh banyaknya kunjungan wisatawan,” ujar Anggota Komisi II DPRD NTB TGH. Hazmi Hamzar menjawab wartawan di ruang kerjanya, Senin (14/1).

Menurut dia, tingginya harga tiket pesawat tersebut membuat calon penumpang akan berpikir untuk datang ke Lombok. Alhasil, NTB khususnya Lombok yang notabenenya adalah destinasi wisata menjadi sepi pengunjung.

“Saya banyak terima keluhan, boro-boro mau datang liburan, orang mau ngurusin kerjaan ke Lombok saja pasti malas melihat harga yang begitu tinggi,” tegas Hazmi lantang.

Ia mendesak, Pemprov NTB dalam hal ini Gubernur Zulkieflimansyah harus bergerak untuk melakukan sejumlah upaya agar harga tiket pesawat dari dan menuju Lombok tidak terlalu mahal.

Sebab, fakta yang terjadi, pascagempa saat ini jumlah wisatawan yang berkunjung  sudah jauh menurun. “Ini bukan karena penumpang yang ke Lombok sedikit, tapi memang karena harga tiket pesawat yang terlalu tinggi. Makanya disinilah peran pemerintah supaya turun mengatasi hal ini,” ucap Hazmi.

Ia menuturkan, percuma Pemprov NTB melakukan upaya promosi besar-besaran agar orang mau datang ke Lombok jika tidak dibarengi dengan rendahnya harga tiket pesawat. “Sudah orang takut datang akibat gempa. Ditambah lagi dengan mahalnya harga tiket, semakin orang tambah berpikir untuk tidak datang ke Lombok kalau begini caranya,” ketus Hazmi.

Politisi PPP itu juga menyayangkan keputusan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Carriers Association/INACA) yang hanya menurunkan harga tiket pesawat pada rute-rute tertentu tanpa juga melihat tingginya harga tiket pesawat tujuan Lombok maupun sebaliknya.

“Wajarlah kita mengherankan kenapa harga tiket tujuan Lombok juga tidak termasuk. Ingat NTB merupakan daerah tujuan wisata nasional. Bagaimana kita mau bangkit pascagempa kalau begini caranya,” tandas Hazmi Hamzar.

Terpisah, warga Cibinong, Jawa Barat, Ayu Aliffia (29), termasuk yang mengeluhkan harga tiket pesawat dari Jakarta ke Lombok. Ayu menilai harga tiket sebesar hampir Rp 1,8 juta dari Jakarta ke Lombok terbilang mahal. Ia membandingkan dengan rute penerbangan dari Jakarta ke Bali yang masih bisa didapat seharga Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu.

Padahal, Lombok saat ini sedang menjadi salah satu destinasi tujuan wisata. “Bagaimana mau bersaing dengan Bali. Pada saat ini, ke Bali tetap bisa dapat Rp 500-600 ribu,” ujar Ayu kepada wartawan.

Ayu berharap pemerintah dan maskapai mencari solusi atas tingginya harga pesawat ke Lombok. Menurutnya, banyak orang yang hendak berlibur ke Lombok akan berpikir dua kali jika melihat harga tiket yang begitu tinggi. “Masak dari Jakarta ke Singapura dan Malaysia lebih murah daripada ke Lombok, sayang sekali,” kata Ayu.

Ayu sendiri terpaksa membeli tiket dengan harga relatif mahal karena sudah ada acara di Lombok. Dia berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap harga tiket pesawat ke Lombok karena sangat berdampak bagi pemulihan sektor pariwisata Lombok pascagempa lalu.RUL.

About literasi

Check Also

Gubernur Dr. Zul berharap LIFT lahirkan Penerbang Hebat dari NTB

Lombok Institus Of Fligh Technologi (LIFT) Mataram, Literasi – – Sekolah Tinggi Penerbangan Lombok Institus …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: