Rabu , Juli 15 2020
Home / Dinamika / Dokter jadi Sekdis Pariwisata, Sekda Rosiady Sebut Semua Itu Kehendak Gubernur

Dokter jadi Sekdis Pariwisata, Sekda Rosiady Sebut Semua Itu Kehendak Gubernur

MATARAM, Literasi – Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Rosiady Sayuthi menegaskan, penempatan dr Syamsul Hidayat sebagai Sekretaris Dinas (Sekdis) Pariwisata NTB, murni merupakan keinginan Gubernur Zulkieflimansyah.

Menurut Sekda, dalam kajian analisis dan jabatan aparatur sipil negara (ASN), tidak ada persoalan manakala seorang dokter umum ditempatkan sebagai seorang Sekdis. “Jadi, tidak ada kaitan penempatan jabatan seseorang dengan posisinya sebagai dokter. Bagi saya, soal jabatan dan dokter kita, saat ini, justru tidak kurang kok. Kalaupun pak dokter Syamsul berada di sana, kan tugasnya hanya sebagai koordinator administrator di OPD itu,” ujar Rosiady menjawab wartawan, Jumat (11/1).

Sekda mengatakan, penempatan dr Syamsul Hidayat untuk mengisi jabatan Sekdis Pariwisata merupakan tugas khusus dari kepala daerah. Sebab, Gubernur Zulkieflimansyah berencana mengembangkan “medical tourism” di wilayah NTB, khususnya Pulau Lombok.

Oleh karena itu, Rosiady tidak mau ambil pusing atas banyaknya kritikan dari sejumlah anggota DPRD NTB terkait penempatan dokter untuk mengisi posisi Sekdis tersebut.  Sebab, kata dia, di sejumlah negara Asia diantaranya Jepang dan Korea, justru medical tourism ini telah lama dikembangkan. Dimana, lanjut Sekda, para pasiennya banyak berasal dari negara Amerika Serikat dan negera-negara Eropa.

“Mengembangkan medical tourism itu tak ubahnya menyiapkan destinasi bagi kelompok segmen tertentu mulai segmen jompo dan kalangan disabilitas. Ini menguntungkan, karena mereka yang berobat sambil berwisata itu lama tinggalnya tinggi. Sehingga akan menguntungkan daerah, kedepannya,” jelas Rosiady.

Sekda menuturkan, sejumlah negara di Asia Tenggara diantaranya Malaysia dan Singapura, terpantau telah berhasil mengembangkan medical tourism  sehingga berangkat dari hal itu, pihaknya ingin serius mengembangkan pariwisata kesehatan tersebut.  Apalagi, jika merujuk potensi maka Provinsi NTB layak untuk dikembangkan konsep medical tuorism itu.

“Jadi, berangkat dari rencana itu maka pak gubernur memulainya dengan menempatkan seorang dokter menjadi Sekdis Pariwisata. Bisa jadi, pak Syamsul akan diberangkatkan belajar ke Singapura atau negara lainnya yang sudah maju untuk mengadposi pola mereka ke NTB,” tegas Rosiady.

Terkait lokasi di Pulau Lombok yang akan menjadi pengembangan medical tourism, Sekda mengakui, kawasan Mandalika Resort yang dikelola ITDC akan difokuskan sebagai lokasi pengembangan pariwisata kesehatan tersebut. Pasalnya desain pengembangan KEK Mandalika telah ada lokasi khusus untuk pembangunan rumah sakit bagi wisatawan.

“Memang program medical tourism ini tidak ringan. Tapi, sebelum itu kita lakukan maka sudah menjadi kewajiban kami menyiapkan dan meningkatkan infrastruktur kesehatan, termasuk sumber daya manusianya,” tandas Rosiady Sayuthi. RUL.

About literasi

Check Also

Gubernur Dr. Zul berharap LIFT lahirkan Penerbang Hebat dari NTB

Lombok Institus Of Fligh Technologi (LIFT) Mataram, Literasi – – Sekolah Tinggi Penerbangan Lombok Institus …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: