Rabu , Juli 15 2020
Home / Dinamika / Angkat Dokter jadi Sekdis Pariwisata, Gubernur Ingin NTB jadi Pusat Pariwisata Kesehatan Dunia?

Angkat Dokter jadi Sekdis Pariwisata, Gubernur Ingin NTB jadi Pusat Pariwisata Kesehatan Dunia?

 

MATARAM, Literasi – Gubernur Zulkieflimansyah untuk kali kedua melakukan mutasi terhadap pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov NTB pasca dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 19 Agustus 2018 lalu. Yang menarik, Gubernur mengangkat seorang dokter jadi Sekdis Pariwisata NTB.

 “Kenapa saya saya isi Sekretaris Dinas Pariwisata NTB dengan dokter umum yang mantan Kepala RSU Rujukan Sumbawa. Harapan saya tidak lain agar Kadis Pariwisata tetap sehat lahir dan bathin dalam bekerja,” kata Gubernur.

Ia menyatakan paradigma pembangunan kepariwisataan di NTB perlu diarahkan pada pembangunan pariwisata yang memokuskan pada sisi kesehatan. Kata Zul, Pulau Lombok yang dikenal dengan keindahan alamnya dirasa memungkinkan untuk dikembangan konsep Lombok Medical center.

“Masuknya seorang dokter pada Dinas Pariwisata, saya berkeinginan agar NTB menjadi pusat pengembangan pariwisata kesehatan di Indonesia, bahkan di dunia. Bagi saya, mewujudkan Lombok Medical Center itu sangat mungkin melihat potensi NTB saat ini,” ucapnya.

          Tercatat ada sembilan pejabat eselon II atau yang dikenal pimpinan tinggi pratama yang digeser pada mutasi kali ini. Mereka diantaranya, Agus Patria yang sebelumnya menjabat Asisten I, kini menjabat Kadisnakertrans NTB. Posisi Agus digantikan Baiq Eva Nurcahyani yang sebelumnya menjabat Kadis Perindustrian NTB.

          Selanjutnya, posisi Baiq Eva diisi oleh Andi Pramaria yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Gubernur bidang Politik dan Pelayanan. Sementara, posisi Andi dijabat oleh Swahip yang sebelumnya menjabat Karo Kerjasama Setda NTB.

          Dan, jabatan yang ditinggalkan Swahip diisi oleh Lalu Ahmad Nur Aulia yang sebelumnya menjabat Karo Perekonomian. Posisi Aulia digantikan Wirajaya Kusuma yang sebelumnya menjabat Karo Pemerintahan.

          Selanjutnya, posisi yang ditinggalkan Wirajaya diisi oleh H. Irnadi Kusuma yang sebelumnya menjabat Karo Humas dan Prokoler Setda NTB. Untuk sementara jabatan Karo Humas, kosong.

          “Kalau mau milih, sebenarnya saya tidak mau melakukan mutasi pejabat. Karena memang kita belum enam bulan menjabat. Sehingga, kebijakan mutasi tetap harus ada izin dari Pusat, yakni Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),” ujar Gubernur dalam sambutannya usai mengambil sumpah pejabat di ruang rapat utama (RRU) kantor gubernur setempat.

          Zul mengakui pada pergantian kepemimpinan di daerah biasanya selalu diikuti perombokan jajaran birokrasinya. Sebab, akan ada banyak desakan dari pihak luar yang menghendaki hal itu dilakukannya.

Namun Zul memandang pada 100 hari kepemimpinanya bersama Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah, justru para pejabat Pemprov NTB telah mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.

Terkait masuknya,  Lalu Ahmad Nur Aulia yang sebelumnya menjabat Karo Perekonomian dan kini menjabat Kepala Biro (Karo) Kerjasama. Zul berharap, percepatan sejumlah program kerjasama yang akan dilakukan Pemprov NTB dengan negara-negara yang telah dilakukan penjajakan sebelumnya diantaranya Polandia, Tiongkok, Republik Ceko, Malaysia akan bisa cepat dilakukan.

Sebab, ia menyakini sosok Aulia dirasa energik akan mampu menuntaskan sejumlah draft perjanjian itu. “Dan pengganti, pak Aulia yakni, pak Wirajaya Kusuma selaku Karo Perekonomian agar cepat melakukan perombokan pada BUMD yang dimiliki Pemprov NTB. Bila perlu, jika memungkinkan kita bentuk holding BUMD NTB maka saya tugasi bisa mewujudkannya,” jelas Zul.

    Pergeseran M. Agus Patria yang sebelumnya menjabat Asisten I Setda NTB dan kini mengisi posisi Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB lantaran persoalan tenaga kerja di NTB, baik di dalam NTB yang menimpa para karyawan PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) dan para TKI di luar negeri, banyak membutuhkan legasi hukum yang baik dalam penuntasannya.

“Pak Agus yang memang ahli hukum, saya tugasi khusus agar kasus hukum yang menimpa karyawan NNT harus tuntas. Termasuk, masalah TKI kita di luar negeri juga harus pula cepat dituntaskan. Ini saya tekankan karena pasca ditinggal pak Dr. Lalu Muhamad Iqbal yang menjabat sebagai Duta Besar Turki ada kesan, perlindungan TKI agak kurang saat ini,” ungkap Zul.  

Ia menambahkan, pergesaran Kadis Peternakan dari awalnya drh.H.Aminurrahman kepada Budi Septiani agar program percepatan swasembada daging dan telur NTB akan bisa dituntaskan tahun ini.  H.Aminurrahman akan mengisi posisi Budi Septiani selaku Kadis Ketahanan Pangan.

“Saya undang, siapapun pejabat yang digeser saat ini, termasuk pejabat eselon III dan IV agar bisa membuat program inovasi pemulihan pada kondisi NTB pasca gempa saat ini. Nanti, silahkan kajiannya dikirimkan ke saya langsung,” tandas Zulkieflimansyah. RUL.

About literasi

Check Also

Gubernur Dr. Zul berharap LIFT lahirkan Penerbang Hebat dari NTB

Lombok Institus Of Fligh Technologi (LIFT) Mataram, Literasi – – Sekolah Tinggi Penerbangan Lombok Institus …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: